Blora on News :
Home » , » Cegah Hydrocephalus, Pemkab Blora Himbau Ibu Hamil Jaga Pola Hidup Sehat

Cegah Hydrocephalus, Pemkab Blora Himbau Ibu Hamil Jaga Pola Hidup Sehat

infoblora.com on Mar 17, 2016 | 4:59 AM

Wakil Bupati H.Arief Rohman M.Si didampingi Camat Japah Kiswoyo dan Kepala Dinkes dr.Henny Indriyanti memberikan pemahaman dan himbauan kepada ibu hamil agar senantiasa menjaga kesehatan guna mencegah potensi Hydrocephalus.
(foto: tio-infoblora)
BLORA. Adanya 2 penderita penyakit Hydrocephalus di Desa Pengkolrejo Kecamatan Japah yakni bayi 2 bulan bernama Yemima  dan anak 12 tahun bernama Sri Wahyuni, membuat berbagai kalangan prihatin, tak terkecuali Pemkab dan Dinas Kesehatan Kabupaten Blora.

Usai menjenguk kedua penderita Hydrocephalus pada Rabu (16/3) kemarin seperti yang diberitakan sebelumnya, Pemkab dan Dinkes pun langsung memberikan edukasi dan pemahaman kepada warga masyarakat Desa Pengkolrejo agar senantiasa memperhatikan kesehatan ibu saat hamil hingga melahirkan.

“Penderita yang ada saat ini akan kita upayakan untuk pendampingan dalam memperoleh pengobatan. Sedangkan ibu-ibu hamil lainnya baik yang ada di Desa Pengkolrejo ataupun desa lainnya kami himbau agar tetap menjaga kesehatan, jaga pola hidup sehat dan selalu rajin memeriksakan kandungan ke dokter atau bidan,” jelas Wakil Bupati H.Arief Rohman M.Si.

Begitu juga dengan Kepala Dinkes Blora, dr.Henny Indriyanti yang meminta para ibu-ibu calon hamil atau ibu-ibu hamil selalu menjaga kesehatan dan selalu makan makanan yang bergizi agar perkembangan janin sang jabang bayi bisa berjalan dengan baik.

“Ibu hamil harus selalu dijaga kesehatannya, periksa yang teratur dan makan makanan yang bergizi. Jangan melakukan aktifitas keras yang bisa mengganggu kesehatan janin. Karena Hydrocephalus bisa muncul, salah satunya karena terjadinya infeksi pada saat mengandung. Ibu hamil juga jangan sering meminum jamu, karena bisa mempengaruhi perkembangan janin,” ucap dr.Henny.

Untuk mencegah timbulnya Hydrocephalus, ia menyarankan kepada ibu hamil agar memeriksakan kandungan secara teratur ke dokter atau bidan, dan melakukan vaksinasi untuk mencegah infeksi dan cidera pada kepala.

Pengobatan Hydrocephalus sendiri bisa dilakukan dengan metode pembedahan dengan sistem Shunt dan Ventriculostomy, namun kedua pembedahan tersebut menurutnya masih membawa efek samping yakni berpotensi adanya gangguan pertumbuhan fisik dan mental di penderita.

Adapun ciri-ciri anak yang menderita Hydrocephalus adalah memiliki ukuran kepala yang membesar secara tidak normal, pusing, mual, muntah, demam, terlambat berjalan dan bicara, pandangan kabur, tidak seimbang, koordinasi tubuh tidak baik, selera makan tak teratur, terkadang kejang dan sulit bangun.

“Jika dijumpai gejala-gejala tersebut langsung bawa ke puskesmas atau dokter terdekat agar bisa mendapatkan perawatan intensif guna penyembuhan penderita Hydrocephalus,” pungkasnya. (rs-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved