Blora on News :
Home » , » Bupati Kokok Sampaikan 5 Usulan Pembangunan ke Gubernur Ganjar Pranowo

Bupati Kokok Sampaikan 5 Usulan Pembangunan ke Gubernur Ganjar Pranowo

infoblora.com on Mar 31, 2016 | 6:30 PM

Bupati Blora H.Djoko Nugroho menyampaikan 5 usulan pembangunan dalam acara musrenbangwil yang dihadiri Gubernur Ganjar Pranowo. (foto: ag-infoblora)
BLORA. Dalam acara musyawarah perencanaan pembangunan wilayah (musrenbangwil) se eks Karesidenan Pati di Pendopo Kabupaten Blora, Kamis (31/3), Bupati Blora H.Djoko Nugroho yang akrab dipanggil Pak Kokok menyampaikan 5 usulan pembangunan yang akan dilaksanakan pada tahun 2017 mendatang kepada Gubernur Ganjar Pranowo.

“Dalam kesempatan yang berbahagia ini, mohon ijin Pak Gubernur saya ingin menyampaikan 5 permasalahan pembangunan yang harus diselesaikan dengan dukungan pemerintah provinsi supaya bisa segera teratasi. Pertama soal pembangunan jalan hutan, kedua pemerataan jaringan listrik desa hutan, ketiga pengaktifan bandara Ngloram, keempat pembangunan jembatan Bengawan Solo di Blora Selatan, dan terakhir tentang pemanfaatan air Bengawan Solo menuju Randublatung dan Jati untuk mengatasi kemarau,” ucap Kokok.

Menurutnya, 48 persen wilayah Kabupaten Blora terdiri dari hutan dan banyak warga yang tinggal di pedesaan tengah hutan. Mereka butuh akses jalan yang baik untuk memasarkan hasil buminya ke kota. Selama ini jalan desa hutan berstatus milik Perhutani sehingga Pemkab tidak bisa memperbaikinya.

“Saya ingin, bisa atau bisa mulai tahun depan semua jalan perhutani penghubung desa akan saya bangun. Semoga Perhutani bisa memahami kondisi warga masyarakat Blora, sehingga proses perijinannya bisa cepat,” ujarnya.

Begitu juga dengan permasalahan listrik, dimana hingga sampai saat ini masih ada puluhan dusun atau desa tengah hutan yang belum bisa menikmati aliran listrik. Pemkab selalu kesulitan jika ingin mendirikan tiang listrik di tanah milik Perhutani.

“Perijinannya setahun baru selesai, padahal hanya untuk memasang tiang listrik guna panerangan rakyat. Semoga Pak Gubernur bisa membantu agar turut mbisiki Perhutani supaya prosesnya cepat,” lanjut Kokok.

Kemudian masalah pengaktifan bandara Ngloram, ia mengatakan bahwa dirinya sudah sempat ngobrol sama gubernur. Intinya Pemprov mendukung dan bersama-sama ikut melakukan komunikasi agar bekas lapangan terbang milik Kementerian ESDM tersebut bisa segera diaktifkan. “Tahapan  pengalihan status sedang terus dilakukan, kalau bisa diserahkan ke daerah saja,” ungkapnya.

Khusus untuk wilayah Blora Selatan pihaknya ingin membuka akses perekonomian dengan membangun jembatan Bengawan Solo penghubung Desa Medalem Kecamatan Kradenan menuju Kecamatan Ngraho Bojonegoro.

“Jembatan penghubung 2 kabupaten dan 2 provinsi ini sangat penting dibutuhkan. Pertama, dengan jembatan nantinya memangkas jarak 40 km karena selama ini mereka harus muter jauh lewat Cepu jika ingin ke Jawa Timur. Kedua, wilayah Blora Selatan adalah lumbung padi sehingga butuh akses ekonomi yang baik guna pemasaran hasil-hasil pertanian. Pembangunannya pun harus didukung  Pemprov Jateng dan Jatim, serta Bojonegoro,” ungkapnya.

“Saya juga ijin akan memanfaatkan air Bengawan Solo untuk mengatasi kekeringan di Randublatung dan Jati yang setiap tahun terjadi disaat musim kemarau. Air akan disedot melalui pipa untuk diisikan ke embung besar di Randublatung dan dialirkan hingga Jati. Jati ini wilayah penghasil jagung nomor 2 se Jawa Tengah, sehingga perlu dukungan irigasi pertanian yang cukup,” bebernya.

Mendengar paparan Bupati Kokok, Gubernur Ganjar Pranowo pun menyetujui semua program pembangunan yang diusulkan. “Kita akan bantu, mana saja yang butuh dukungan provinsi silahkan disampaikan proposalnya. Khusus untuk jalan hutan, ini mumpung ada Perhutani silahkan dikomunikasikan agar perijinan pembangunan jalan desa hutan bisa segera diproses,” jelas Ganjar Pranowo. (ag-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved