Blora on News :
Home » , , » Bupati Kokok Minta DPRD Kurangi Kunker, Tingkatkan Blusukan ke Desa Hutan

Bupati Kokok Minta DPRD Kurangi Kunker, Tingkatkan Blusukan ke Desa Hutan

infoblora.com on Mar 12, 2016 | 10:00 AM

Bupati Blora H.Djoko Nugroho saat memberikan sambutan dalam Musrenbang, mengajak DPRD untuk mengurangi kunker. (foto: gl-infoblora)
BLORA. Bupati Blora H.Djoko Nugroho meminta jajaran DPRD Kabupaten Blora untuk mengurangi intensitas kegiatan kunjungan kerja (kunker) ke luar kota. Bupati yang kerap dipanggil Pak Kokok ini justru mengajak anggota DPRD agar lebih sering mengunjungi warganya yang tinggal di pedesaan pelosok hutan dan jauh dari fasilitas infrastruktur layak.

“Pak Dewan jangan terlalu banyak kunker ke luar kota. Kalau bisa dikurangi, biasanya 4 kali kunker, ya diringkas jadi 2 kali saja. Lebih baik blusukan ke desa-desa hutan menggali aspirasi warga yang tinggal disana agar pembangunan bisa merata,” ucap Kokok saat menghadiri Musrenbang Kabupaten Blora di Bappeda, Kamis (10/3) lalu.

Ia mencontohkan Desa Kepoh dan Desa Bangkleyan di pedalaman hutan Kecamatan Jati yang butuh akses jalan baik. “Coba sekali-kali anggota dewan blusukan ke Kepoh, Bangkleyan dan sekitarnya. Saya jamin sekali kesana pasti kapok, karena jalannya jelek. Ini lah tugas kita bersama untuk mengatasi bagaimana caranya agar jalan di pedalaman hutan Blora Selatan bisa segera dibangun,” lanjut Kokok.

Ia berharap eksekutif dan legislatif bisa menjalin komunikasi yang kuat dan kerjasama yang bagus demi pembangunan Kabupaten Blora lebih baik dan tepat sasaran. Sering turun ke lapangan untuk melihat kondisi rakyat, menjaring aspirasi mereka untuk menyusun program pembangunan.

Aku numpak tril mlebu desa kui yo kanggo delok kahanan infrastruktur desa, ora trus dikira mung olahraga hura-hura. Bayangno nek arep ninjau pelosok desa numpak mobil dinas? Mesakno mobile mlaku ning dalan elek,” jelasnya.

Beberapa waktu lalu setelah sertijab Bupati, Pak Kokok yang juga mantan dandim Rembang ini juga langsung melakukan kunjungan kerja ke Desa Getas Kecamatan Kradenan dan Desa Gempol Kecamatan Jati untuk melihat kondisi warga tengah hutan dan merencanakan pembangunan.

Ia mengajak semua jajaran SPKD/Dinas untuk bersama-sama fokus melakukan pembangunan wilayah Blora Selatan yang masih banyak dijumpai desa-desa di pelosok hutan. Menurutnya selama ini ada ketimpangan antara Blora Utara dan Selatan, sehingga agar pembangunan merata, di masa jabatan keduanya ini akan fokus melakukan pembangunan Blora Selatan.

Sementara itu, Ketua DPRD Blora H.Bambang Susilo ketika menanggapi permintaan Bupati agar mengurangi kegiatan kunker, menjelaskan bahwa kunker merupakan salah satu kegiatan dalam merumuskan penyusunan peraturan daerah inisiatif dewan.

“Dalam mengusulkan perda, DPRD merasa perlu melakukan kunker ke luar kota untuk studi banding dan mempelajari cara penyusunan perda dengan tema tertentu. Jika itu dirasa penting maka kunker dilakukan. Namun jika tidak, kunker tidak akan dilakukan. Kami juga tidak mau menghabiskan uang rakyat hanya untuk kunker yang tujuannya tidak jelas,” ujar Bambang Susilo.

Sedangkan mengenai ajakan Bupati untuk fokus mengutamakan pembangunan wilayah Blora Selatan agar tidak terjadi ketimpangan pembangunan. Pihak DPRD menyatakan sependapat dan akan mendukung dengan menyetujui sejumlah pos anggaran dalam APBD guna peningkatan pembangunan akses pedesaan pelosok hutan. (rs-infoblora)
Share this article :
 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved