Blora on News :
Home » , » Tanggal 17, 17 Bupati/Walikota Diberi Ganjar 17 PR Yang Perlu Diselesaikan

Tanggal 17, 17 Bupati/Walikota Diberi Ganjar 17 PR Yang Perlu Diselesaikan

infoblora.com on Feb 17, 2016 | 10:15 PM

Bupati dan Wakil Bupati Blora (paling kiri) usai dilantik Ganjar Pranowo, mendengarkan 17 isu strategis yang perlu segera ditangani sebagai PR kepala daerah di Jawa Tengah. (foto: teg-infoblora)
BLORA. Tepat tanggal 17 Februari 2016, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melantik para pemimpin daerah pemenang Pilkada Serentak 9 Desember 2015 sejumlah 17 pasangan yang terdiri dari 13 bupati-wakil bupati dan 4 walikota-wakil walikota. Salah satunya Bupati Blora H.Djoko Nugroho dan Wakil Bupati Blora H.Arief Rohman, M.Si.

Usai melantik 17 kepala daerah di Lapangan Pancasila Simpanglima Kota Semarang, Ganjar Pranowo langsung memberikan 17 poin permasalahan yang kini sedang dihadapi Jawa Tengah. Ganjar meminta semua kepala daerah yang baru saja dilantik untuk bersama-sama menuntaskan 17 permasalahan yang menurutnya perlu segera ditangani dengan serius.

“Hari ini begitu istimewa bagi Provinsi Jawa Tengah, tepat di tanggal 17 dilantik 17 pasangan pimpinan daerah. Bagi bangsa ini, 17 juga merupakan angka yang sakral yakni tanggal kemerdekaan. Maka untuk menyempurnakan momentum hari ini agar penuh makna angka 17, maka saya minta saudara semua memusatkan perhatiannya pada 17 isu strategis yang kini sedang dihadapi Jawa Tengah,” kata Ganjar Pranowo.

Menurutnya, setelah Bupati/Wakil Bupati dan Walikota/Wakil Walikota dilantik maka semuanya harus melulai tugasnya dengan menyelesaikan semua permasalahan yang sedang dihadapi warga. Di Jawa Tengah sendiri menurut Ganjar Pranowo ada 17 isu persoalan strategis yang perlu dituntaskan bersama dengan Pemerintah Provinsi.

“17 persoalan atau isu strategis yang perlu kita kroyok bersama dengan segera, sepat dan tepat yang pertama adalah peenanggulangan bencana. Jawa Tengah termasuk dalam wilayah rawan bencana, sehingga penanggulangan bencana mulai banjir, longsor, hingga kekeringan saat kemarau tiba perlu penanganan yang serius. Jangan hanya penanganan, kalau perlu pencegahan terus dilakukan,” tegas Ganjar.

Isu kedua menurutnya adalah mewabahnya demam berdarah dan ancaman virus zika. Ia menekankan bahwa pemberantasan sarang nyamuk (PSN) lebih penting jika dibandingkan dengan fogging yang sifatnya hanya sementara.

“Kalau perlu kepala daerah terjun mengimbau camat hingga kepala desa untuk bersama-sama melakukan PSN secara berkala sehingga perkembangbiakan nyamuk bisa benar-benar ditekan,” jelasnya.

Ketiga adalah masalah rob banjir, khususnya bagi daerah yang berada di pesisir pantai seperti Kota Semarang, Pekalongan, Brebes, Kendal, Pemalang dan lainnya. Perlu dikoordinasikan dengan pemprov dan pemerhati lingkungan hidup.

Keempat, tingginya angka kematian ibu dan bayi di Jawa Tengah juga mendapatkan perhatian dari Ganjar Pranowo. Ia mengimbau kepada seluruh kepala daerah agar terus memaksimalkan pemeriksaan kehamilan pada ibu-ibu muda agar kesehatannya tetap terjaga dan menghindari penyakit yang bisa berpotensi menimbulkan kematian.

Kelima, masalah perlindungan perempuan dan anak, serta KB. Ia meminta agar warga Jawa Tengah tidak melakukan pernikahan dini. “KB sangat penting untuk kelangsungan kesejahteraan keluarga. Berkeluarga itu harus direncanakan,” tegasnya.

Keenam adalah masalah tentang Gafatar, ia meminta kepada semua kepala daerah untuk aktif melakukan pembinaan terhadap para mantan anggota gafatar yang kini telah dipulangkan agar tidak mempengaruhi hal-hal negatif terhadap lingkungannya. “Nek bupati lan walikotane ra gelem ngopeni, pemprov gelem ngopeni. Mosok ngopeni wargane dewe kok ra gelem,” sindir Ganjar.

Selanjutnya, ketujuh menyinggung tentang keterbukaan informasi publik. Ganjar meminta para kepala daerah agar lebih efektif memanfaatkan kanal informasi berbasis IT. “Penerapan IT untuk penunjang pembangunan di daerah sangat penting agar penyebarluasan informasi kepada masyarakat bisa lebih cepat, saya mohon semua kepala daer bisa melakukan ini,” pintanya.

Kedelapan adalah sektor pelayanan publik. Ganjar mencontohkan permasalahan dalam pembuatan E-KTP di Kabupaten/Kota yang masih dijumpai banyak protes masuk melalui akun twitternya @ganjarpranowo. Apalagi pungli juga masih dilakukan di beberapa wilayah.

“Semua kabupaten/kota harus menata sistem dan personel pelayanan publik  menjadi lebih baik. Sistem harus simple dan tidak ribet. Yang penting jangan sampai ada pungli,” tegasnya.

Kesembilan adalah permasalahan manajemen kinerja pemda yang perlu untuk terus diperbaiki agar kinerja bisa meningkat dengan pencapaikan yang terus meningkat dalam melayani masyarakat. Pimpinan SKPD harus menandatangani pakta integritas.

Kesepuluh adalah masalah infrastruktur dan dana desa. Semua kabupaten/kota masih memiliki kekurangan dalam hal infrastruktur jalan dan jembatan. Perlu adanya kerjasama yang baik, nyengkuyung antara pemkab dan pemprov agar infrastruktur bisa semakin baik sehingga mendorong daya saing dan pertumbuhan ekonomi di Jateng.

Khusus untuk dana desa, dirinya meminta kepala daerah Bupati dan Walikota untuk benar-benar melakukan pengawasan. “Jangan sampai ada aparat desa yang main-main dengan dana desa. Pemerintah desa harus pure untuk pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Ganjar.

Yang kesebelas adalah penguatan ekonomi Jawa Tengah melalui program One Village One Product (OVOP). Pemerintah daerah diminta terus menggali potensi yang ada di wilayahnya sehingga bisa mendorong terbentuknya desa mandiri sehingga perekonomian pedesaan bisa meningkat.

Isu keduabelas hingga ketujuhbelas yang perlu diperhatikan para kepala daerah, masing-masing adalah Daya Saing UMKM, maraknya pertambangan liar tanpa izin, menciptakan iklim investasi yang baik serta hubungan industrial, upaya perwujudan daulat pangan, daulat energi, serta menjalin komunikasi dan sinergitas dengan DPRD agar eksekutif dan legislatif bisa berjalan bersama membangun daerah.

“Itulah 17 isu strategis pembangunan di Jawa Tengah yang perlu penanganan dari kita semua. Jadikanlah gotong royong sebagai salah satu alat atau media yang harus kita kokohkan untuk kemajuan pembangunan di Jawa Tengah,” pungkas Ganjar di hadapan para pemimpin daerah yang dilantiknya. (rs-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved