Blora on News :
Home » , » Pasca Sertijab, Bupati Kokok Sampaikan Potensi & Tantangan Blora Kedepan

Pasca Sertijab, Bupati Kokok Sampaikan Potensi & Tantangan Blora Kedepan

infoblora.com on Feb 27, 2016 | 3:00 AM

Bupati H.Djoko Nugroho yang akrab disapa Pak Kokok saat
memaparkan potensi dan tantangan Blora kedepan. (foto: tq-infoblora)
BLORA. Setelah mengikuti upacara serah terima jabatan (sertijab) dari Penjabat Bupati Blora Ihwan Sudrajat, Bupati H.Djoko Nugroho didampingi Wakil Bupati H.Arief Rohman M.Si menyampaikan permasalahan, potensi dan tantangan yang dihadapi Blora kedepan dalam sebuah dialog bersama salah satu stasiun Radio di ruang kerjanya.

Bagi Pak Kokok (sapaan akrab Djoko Nugroho), saat ini kondisi jalan menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Blora, utamanya jalan yang melalui kawasan hutan akan tetap menjadi prioritasnya. Keberadaan hutan diharapkan juga bisa bermanfaat bagi masyarakat untuk bercocok tanam dibawah tegakan pohon. Selain memberikan kontribusi dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat juga membantu Perhutani menjaga hutan tetap lestari.

“Lewat Trabas saya bisa tahu persis kondisi jalan-jalan desa di tengah hutan sehingga pembangunan bisa tepat sasaran dan tepat guna. Disitu saya juga bisa berkomunikasi langsung dengan masyarakat sekitar dengan pendekatan-pendekatan persuasif,” tuturnya.

Kemudian berubahnya status jalan Rembang-Blora hingga Kecamatan Cepu menjadi jalan nasional baginya merupakan peluang Kabupaten Blora menjadi lebih baik. Akan banyak multi effect jika jalan kualitasnya lebih baik, lalu lintas akan semakin ramai dan ini merupakan peluang ekonomi bagi masyarakat.

“Investasi di Kabupaten Blora juga harus ditingkatkan, Pemkab Blora harus membuka akses seluas-luasnya kepada pengusaha untuk berinvestasi, caranya dengan memberikan perlindungan dan kemudahan. Hanya saja kendala sampai sekarang adalah ketersediaan air,” lanjutnya.

Kondisi tersebut, menurutnya juga terjadi di Kecamatan Randublatung dan Jati, walaupun disana pertaniannya maju dengan lahan yang luas namun ketersedian air untuk irigasi masih perlu dicarikan solusi pemecahannya.

Disektor pariwisata dirinya mengakui Kabupaten Blora memang belum potensial, namun usaha rumah makan dan cafe cukup pesat berkembang. Di Kabupaten Blora ada tempat wisata Goa Terawang yang pengelolaannya dibawah wewenang Perhutani. Untuk bisa semakin berkembang, menurutnya perlu penambahan wahana-wahana permainan yang menarik.

“Saya menyarankan Perhutani ditambah wahana permainan seperti kolam renang dan outbond,” katanya.

Sebagai Kabupaten dengan populasi sapi terbesar di Jawa Tengah dan terbesar nasional setelah Kabupaten Bangkalan. Pemerintah akan terus fokus dengan sektor peternakan yang menjadi andalan ini. Berdirinya Pabrik gula di Kabupaten Blora juga memberikan dampak positif bagi peternakan karena pucuk pohon tebu bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak.

Bersama Arief Rohman, Bupati Djoko Nugroho juga akan terus memperjuangkan dana bagi hasil migas Blok Cepu. Secara peta geologi kandungan minyak 65 persennya masuk wilayah Kabupaten Bojonegoro 35 persen sisanya berada di Kabupaten Blora. Namun sampai saat ini Kabupaten Blora belum mendapatkan dana bagi hasil migas karena berdasarkan Undang-Undang bagi hasilnya berdasarkan wilayah administratif bukan berdasarkan peta geologi.

“Harus merubah Undang-Undang, ini yang kita perjuangkan dan ini dirasa tidak adil. DPR dan tokoh-tokoh masyarakat agar menyuarakan hal yang sama,” tandasnya, kemarin.

Usaha mikro Kecil Menengah yang menjadi perhatiannya yakni sektor mebeler. Kabupaten Blora terkenal dengan hutan jati, maka pengrajin kayu di Blora harus mendapatkan prioritas utama dari Perhutani. Pasokan kayu jati bagi pengrajin harus tercukupi, baru dijual keluar Blora. Jangan sampai menjual kayu gelondongan ataupun separuh jadi.

“Pemerintah juga sudah berusaha memberikan pelatihan-pelatihan ketrampilan bagi pengrajin agar kayu jati di Blora dijual menjadi barang yang bernilai tinggi,” katanya. 

Meskipun sektor pariwisata masih tertinggal, namun Kabupaten Blora sangat mempertahankan kesenian tradisionalnya. Kabupaten Blora mempunyai kesenian Tayub, Barongan, Ketoprak yang masih terjaga dengan baik. Namun ada satu kesenian yakni kentrung yang semakin langka karena sulitnya mencari regenarasinya.

“Mudah-mudahan saya bisa amanah dengan wakil saya, bisa memenuhi keinginan masyarakat Kabupaten Blora, dan yang utama saya akan bersinergi dengan saudara-saudara saya di SKPD termasuk tokoh-tokoh masyarakat, intinya bagaimana saya dan Pak Arief bisa menaikkan indeks pembangunan manusia serta menurunkan angka kemiskinan,” pungkasnya. (humaskab | jo-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved