Blora on News :
Home » , » Atraksi Barongsai dan Leong Anak-anak Meriahkan Cap Go Meh di Klenteng Blora

Atraksi Barongsai dan Leong Anak-anak Meriahkan Cap Go Meh di Klenteng Blora

infoblora.com on Feb 22, 2016 | 6:30 PM

Atraksi barongsai dan leang leong anak-anak memeriahkan peringatan Cap Go Meh di halaman Klenteng Blora, Senin sore (22/2). (foto: ag-infoblora)
BLORA. Peringatan Cap Go Meh yang selalu dirayakan umat Tionghoa di hari kelimabelas bulan pertama penanggalan Imlek setelah tahun baru diselenggarakan di Klenteng TITD Hok Tik Bio Blora, Senin sore (22/2). Peringatan dimeriahkan dengan atraksi barongsai dan naga mustika yang dimain-kan anak-anak dan remaja klenteng.

Sejak pukul 17.00 WIB, ratusan warga Blora beramai-ramai memadati halaman klenteng untuk menyaksikan anak-anak dengan lincah memainkan kesenian yang berasal dari tanah leluhur umat Tionghoa ini.

“Biasanya barongsai dan leang-leong dimainkan oleh orang dewasa, namun kali ini anak-anak yang mementaskannya. Bukti bahwa semangat regenerasi masih ada di Klenteng Blora ini,” ucap Desi (28) salah satu warga Blora yang sedang menonton atraksi bersama anaknya.

Dengan atraktif, barongsai serta leang leong bergantian naik susunan kursi dan memberikan penghormatan kepada dewa kemudian kepada para penonton yang memadati halaman klenteng sejak sore hingga petang.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari pengurus klenteng, kebanyakan anak-anak yang memainkan leang-leong dan barongsai adalah siswa dari SD Kartini Blora. “Kita sengaja mengajarkan kesenian ini kepada anak-anak agar tetap ada regenerasi sehingga di Blora sehingga ada penerus pemain barongsai dan leang leong,” ucap Koh Njin, pengurus klenteng.

Menurutnya, sengaja di peringatan Cap Go Meh ini menampilkan anak-anak sebagai pemain barongsai dan leang leong agar terbiasa tampil di depan umum. “Untuk membentuk mental anak-anak, nanti malam baru yang dewasa main,” lanjut Koh Njin, Senin sore tadi.

Pementasan barongsai dan leang leong sengaja dihentikan sementara saat adzan maghrib berkumandang, kemudian dilanjutkan lagi usai maghrib hingga malam. “Tadi juga ibu-ibu ikut main. Setelah barongsai, nanti ada sembahyangan khusus Cap Go Meh,” pungkasnya.

Sekedar diketahui Cap Go Meh sendiri memiliki arti hari kelimabelas dan hari terakhir masa perayaan Tahun Baru Imlek bagi komunitas umat Tionghoa di seluruh dunia. Istilah Cap Go Meh sendiri berasal dari bahasa hokkien, Cap berarti Sepuluh, Go berarti Lima, Meh berarti Malam. Disimpulkan bahwa perayaan Tahun Baru Imlek berlangsung selama 15 hari sejak awal tahun baru dan diakhiri dengan Cap Go Meh. (ag-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved