Blora on News :
Home » , » Atasi Longsor Bengawan Solo, Warga Meminta Pemerintah Bangun Plengsengan

Atasi Longsor Bengawan Solo, Warga Meminta Pemerintah Bangun Plengsengan

infoblora.com on Feb 12, 2016 | 5:00 AM

Komandan Satgana PMI Kecamatan Cepu memantau kondisi tanggul Bengawan Solo yang longsor di Desa Ngloram. (foto: rs-infoblora)
BLORA. Warga Desa Ngloram Kecamatan Cepu yang terancam longsor tanggul Sungai Bengawan Solo tidak bisa berbuat banyak. Mereka berharap kepada pemerintah melalui dinas terkait agar bisa dibangunkan tanggul plengsengan permanen supaya longsor akibat gerusan arus sungai bisa diminimalisir.

Purwati warga RT 03 RW 02 Desa Ngloram yang rumahnya tidak jauh dari tepi Sungai Bengawan Solo saat dijumpai tim Info Blora berharap agar pemerintah bisa membangunkan plengsengan untuk memperkuat tanggul.

“Tanah disini setiap Bengawan banjir pasti longsor sehingga banyak yang amblas. Sungai pun semakin lebar dan jarak sungai ke pemukiman penduduk makin dekat. Kami minta pemerintah bisa membangunkan plengsengan seperti yang telah dibangun di Kelurahan Cepu dan Balun,” pinta Purwati, Kamis (11/2).

Begitu juga dengan Wiknarti yang rumahnya hanya berjarak 10 meter dari Bengawan Solo. Dirinya bersama anaknya setiap malam tidak bisa tidur nyenyak ketika hujan deras turun berjam-jam.

“Anak saya selalu ketakutan tidak bisa tidur bila hujan turun deras di malam hari. Takut jika sewaktu-waktu Bengawan Solo banjir dan mengakibatkan tanah rumah kami amblas. Saya minta ada bantuan pembangunan plengsengan di wilayah ini,” harap Wiknarti.

Sementara itu, Komandan Satuan Tanggap Bencana (Satgana) PMI Kecamatan Cepu, Anton Moedji menjelaskan bahwa sejak terjadi longsoran tanggul Bengawan Solo di Desa Ngloram, pihaknya terus melakukan pemantauan rutin di sepanjang tanggul sungai terpanjang di Jawa ini.

“Kami secara aktif rutin memantau debit air dan kondisi tanggul Bengawan Solo di Kecamatan Cepu. Jika terjadi longsoran seperti ini, kami akan mendata dan melaporkan ke dinas terkait agar bisa segera ditangani. Sedangkan kepada warga kami himbau untuk waspada dan jika terjadi situasi kebencanaan yang darurat diarahkan untuk mengungsi agar tidak jatuh korban. Tim kami selalu siaga,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Selasa (9/2) lalu derasnya debit air sungai Bengawan Solo telah mengakibatkan tanggul sepanjang 200 meter lebih amblas. Longsor pun semakin melebar di satu titik baru berjarak 100 meter di selatan titik yang lama. Warga setempat tidak tenang jika hujan masih turun dengan intensitas tinggi yang bisa berpotensi mendorong longsornya tanah tepi sungai. (tio-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved