Blora on News :
Home » , » Wujudkan Lingkungan Bersih, Warga Ngelo Cepu Menabung Sampah ke Bank

Wujudkan Lingkungan Bersih, Warga Ngelo Cepu Menabung Sampah ke Bank

infoblora.com on Jan 7, 2016 | 12:30 AM

Warga antri menabung sampah ke Bank Sampah. (foto: teg-ib)
BLORA. Biasanya warga menabung itu identik dengan menggunakan uang, namun berbeda dengan warga RW 07 Lingkungan Ngareng Kelurahan Ngelo Kecamatan Cepu yang justru menabung dengan menggunakan sampah yang ada dirumahnya ke bank. Mereka tampak antusias menabungkan sampahnya ke sebuah Bank Sampah yang didirikan warga untuk menampung kotoran agar lingkungan menjadi bersih dan sehat.

Sri Hono salah satu pemrakarsa mengatakan bahwa berdirinya Bank Sampah di Ngelo ini untuk mengurangi tumpukan sampah yang sejak lama menumpuk di beberapa titik yang ada di lingkungan setempat. Dengan adanya bank sampah ini, kini tempat sampah liar yang berhadapan dengan tanah pekuburan itu sudah mulai berkurang.

“Dulu disini sampahnya sangat banyak mas, hampir 40 tahun sampah menumpuk hingga bahu jalan. Namun saat ini sudah lumayan berkurang dengan adanya bank sampah,” ucap Sri Hono pegiat bank sampah, Rabu (6/1) kemarin.

Menurutnya, sebenarnya ide pembuatan bank sampah bermula dari keperihatinan warga sekitar timbulnya bau sampah menyengat yang terdapat di kampung mereka. Sehingga sejumlah warga sepakat menjaga kebersihan kampung dengan membuat bank sampah bernama Bank Sampah Sekar Asri.

Salah satu lokasi tempat sampah liar yang kini ditutup pasca didirikannya bank sampah. (foto: teg-ib)
Pria jebolan AKINDO DIII Jurusan Telekomunkasi tersebut mengaku, meski melakukan persiapan sudah sejak lama, realisasi program bank sampah baru berjalan sekitar 3 bulan lalu. Dianggap berjalan karena banyak warga setempat yang sudah bergerak secara bersama-sama.

“Mengubah mindset masyarakat tentang sampah memang sangat sulit dan butuh waktu lama,” imbuhnya.

Namun dengan percaya diri dan semangat, pada akhirnya ia dan kawannya mampu mengumpulkan 15 anggota tetap yang siap mengamankan kampung dari kepungan sampah-sampah liar yang sering menyebabkan bau menyengat dan mengganggu kenyamanan warga.

“Ini pekerjaan sosial, awalnya memang sulit tapi perlahan tapi pasti masyarakat mulai sadar akan kebersihan lingkungan,” ungkapnya.  

Selain warga menabung sampah dan ada petugas mengambil sampah-sampah  rumah milik warga, mereka juga memilah sampah yang bisa di daur ulang dan di buang pada tempat pembuangan akhir (TPA) dengan komisi Rp. 5000. Sebagian untuk pengurus dengan separuh uang tersebut masuk Kas untuk pengembangan Bank Sampah Sekar Asri.

“Dengan uang Rp 5.000 sebenarnya tidak terlalu berat tapi ada yang masih belum bisa memberi. Tapi berjalan dengan seiringnya waktu semua warga bisa memahami uang tersebut untuk apa,” terangnya.

Sri Hono menjelaskan dari kegiatan itu, kini sudah tiga tempat sampah liar yang berhasil mereka tutup. Sebagian besar dari tempat-tempat tersebut, kini sudah bersih karena sampah-sampah yang terdapat disana, diambil dan dibuang ke tempat yang sebenarnya.

Kedepan Sri Hono berharap, dari kegiatan berskala kecil itu mampu memberi dampak yang baik untuk masyarakat Cepu pada umumnya agar muncul bank-bank sampah lain.

“Jika tidak bergerak dari hal yang kecil, bisa-bisa kota tenggelam oleh sampah, mengingat produktivitas dan tingkat konsumsi masyarakat yang terus meningkat,” tegasnya.

Sementara itu salah satu warga Nuraini mengungkapkan dengan adanya bank sampah pihaknya bersama warga lain merasa senang sebab secara perlahan sampah- sampah yang ada di Ngelo mulai berkurang.

“Sampah-sampah sekarang mulai berkurang. Kami berharap hal ini nanti bisa terus dilakukan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan hidup sehat,” harapnya. (teg/tio-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved