Blora on News :
Home » , » Tertibkan Tambang Minyak Ilegal, Dinas ESDM Blora Panggil Penambang Liar

Tertibkan Tambang Minyak Ilegal, Dinas ESDM Blora Panggil Penambang Liar

infoblora.com on Jan 21, 2016 | 11:00 AM

Petugas Dinas ESDM Blora saat sidak di lokasi sumur minyak ilegal di Desa Plantungan, kemarin. (foto: am-sm)
BLORA. Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Blora mengeluarkan surat panggilan kedua kepada Purmin warga Kedewan, Kabupaten Bojonegoro (Jatim). Itu karena yang bersangkutan masih melakukan penambangan ilegal di sumur minyak tua di Desa Plantungan, Kecamatan Blora.

‘’Kami turun ke lapangan mengecek apakah penambangan itu masih beroperasi atau tidak. Ternyata penambangan masih dilakukan, bahkan membuka satu sumur baru,’’ ujar Kepala Dinas ESDM Blora H Setyo Edy melalui Kepala Seksi (Kasi) Pertambangan dan Migas Djati Walujastono, Rabu (20/1).

Menurutnya, tim dari ESDM untuk kali kedua melakukan sidak di kawasan pertambangan minyak sumur tua di Desa Plantungan, Rabu (20/1). Sidak tersebut menindaklanjuti sidak pertama yang pernah dilakukan 6 Januari 2016.

Dalam sidak pertama, tim mendapati penambangan minyak mentah di lima sumur. Tim juga telah melayangkan panggilan kepada pengusaha yang menambang di sumur tersebut. Pengusaha dari Blora Ngawen Blora itupun bersedia menutup penambangannya.

Sedangkan Purmin tidak memenuhi panggilan yang dilayangkan Dinas ESDM. Untuk memastikan apakah penambangan minyak di Plantungan itu masih berlangsung atau tidak, tim dari Dinas ESDM mengecek langsung di lapangan.

‘’Sudah tidak memenuhi panggilan pertama kami, Purmin ternyata juga masih melakukan penambangan. Kami langsung melayangkan panggilan kedua,’’ tandas Djati Walujastono.

Selain dua sumur yang masih beroperasi, diduga Purmin juga memerintahkan pekerjanya untuk mengeksploitasi satu sumur baru yang tidak jauh dari dua sumur yang sudah ada. Tim ESDM mendapati beberapa pekerja menyiapkan peralatan untuk mengekspolitasi sumur tersebut.

‘’Kami minta penambangan itu dihentikan. Jika tetap membandel, kami akan lakukan tindakan tegas berkoordinasi dengan aparat keamanan,’’ kata Djati Walujastono.

Pengusahaan pertambangan di sumur minyak tua antara lain diatur dalam Peraturan Menteri (Permen) nomor 1 tahun 2008. Berdasarkan permen itu, KUD dan BUMD diberikan kesempatan turut serta dalam pengelolaan sumur minyak tua.

Hanya saja sebelum melakukan penambangan, KUD atau BUMD harus mengantongi izin dari Kementerian ESDM maupun Pertamina. Kawasan migas di Desa Plantungan masuk dalam wilayah kerja pertambangan (WKP) Pertamina Hulu Energi (PHE) Randugunting yang hingga kini masih diusahakan penambangannya. (Aiz-SMNetwork | Jo-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved