Blora on News :
Home » , » Ketaatan Lalu-lintas di Kabupaten Blora Masih Rendah, Polisi Tilang 16.616 Pelanggar

Ketaatan Lalu-lintas di Kabupaten Blora Masih Rendah, Polisi Tilang 16.616 Pelanggar

infoblora.com on Jan 2, 2016 | 2:30 PM

Petugas Satlantas Polres Blora menegur pelajar yang melanggar lalu-lintas di Blora belum lama ini. (foto: tg-ib)
BLORA. Tingkat ketaatan lalu-lintas pengguna kendaraan bermotor di Kabupaten Blora ternyata masih rendah. Bahkan jumlah pelanggaran lalu-lintas dari tahun 2014 hingga akhir tahun 2015 kemarin mengalami peningkatan sebesar 24 persen.

Berdasarkan data yang dirilis Satlantas Polres Blora pada Kamis (31/12) lalu di Mapolres Blora, menerangkan bahwa hingga akhir tahun 2015 ada pelanggaran lalu lintas sebanyak 36.005 kasus. Dari 36.005 pelanggaran tersebut 16.616 pelanggar dikenai tilang dan sisanya 19.389 pelanggar hanya diberikan teguran lesan.

Sementara itu pada tahun 2014 jumlah pelanggaran lalu-lintas hanya terjadi 28.947 kasus dengan rincian 12.688 pelanggar ditilang dan 16.259 pelanggar mendapatkan teguran.

“Dari data yang ada, jumlah pelanggaran lalu-lintas di akhir tahun 2015 justru naik sebesar 24 persen jika dibandingkan dengan akhir tahun 2014. Hal ini menandakan bahwa tingkat ketaatan lalu-lintas di Blora masih rendah. Kami akan terus melakukan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya ketaatan dan kepatuhan lalu-lintas agar jumlah pelanggaran bisa ditekan sehingga potensi terjadinya kecelakaan bisa dikurangi,” jelas Kasatlantas Polres Blora, AKP Handoko Suseno.

Menurutnya jumlah pelanggaran lalu-lintas tersebut jika dirinci sebagian besar terjadi akibat tidak membawa kelengkapan dan surat-surat berkendara saat menggunakan kendaraan bermotor, seperti halnya helm, STNK, SIM dll. Sedangkan pelanggaran lalu-lintas yang disebabkan salah jalur tidak terlalu signifikan.

Sedangkan jika dilihat dari usia pelanggar lalu-lintas, kebanyakan pelanggar merupakan usia pelajar antara 12 tahun hingga 18 tahun yang duduk di bangku SMP hingga SMA.

“Satlantas akan meningkatkan kembali sosialisasi pendidikan tertib lalu-lintas kepada kalangan pelajar di sekolah-sekolah dari tingkat SMP-SMA, bahkan sejak dini di jenjang TK dan SD akan mulai dikenalkan dengan peraturan lalu-lintas,” tegas AKP Handoko Suseno.

Ia juga berharap kepada para orang tua yang memiliki anak remaja seusia pelajar SD-SMP-SMA untuk tidak mudah memberikan izin mengendarai kendaraan bermotor, terlebih jika belum memiliki SIM. “Peran orang tua disini sangat penting, karena pendidikan di keluargalah yang paling mendasar untuk perkembangan seorang anak,” pungkasnya. (tio-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved