Blora on News :
Home » , , » Hutan Terancam Limbah Migas, Perhutani Tutup Sejumlah Sumur Minyak Tua

Hutan Terancam Limbah Migas, Perhutani Tutup Sejumlah Sumur Minyak Tua

infoblora.com on Jan 5, 2016 | 2:00 AM

Perhutani KPH Cepu didampingi TNI dan Polri menutup sumur minyak tua di wilayah hutan yang berpotensi mencemari lingkungan jika ditambang secara ilegal. (foto: ud-sm)
BLORA. Tidak ingin kawasan hutan yang ada di wilayah pemangkuannya rusak akibat aktivitas warga penambang minyak mentah dari sumur minyak tua, Perhutani KPH Cepu menutup sejumlah sumur tua maupun sumur minyak yang baru saja dibor di dalam kawasan hutan, Senin (4/1) kemarin.

Sumur-sumur tua yang ditutup itu berada di petak 2164C, RPH Kedewan, BKPH Kedewan KPH Cepu. Dalam penutupan itu, selain megerahkan sejumlah karyawannya, Perhutani juga melibatkan unsur keamanan, baik dari TNI maupun Polri.

Koordinator keamanan yang juga Waka ADM KPH Cepu, Agus Kusnandar mengemukakan, sebelum menutup sumur minyak tua yang berada di kawasan hutan itu, pihaknya jauh jauh hari sudah sering mengingatkan kepada masyarakat penambang agar tidak melakukan aktivitas di wilayah kawasan hutan, sebelum memiliki izin resmi.

Namun, peringatan itu tidak diindahkan, sejumlah warga tetap nekat . Bahkan tidak jarang, dalam aktivitasnya ada oknum warga yang menebangi tanaman jati yang ada di sekitar sumur.

“Kami tidak ingin semua tanaman hutan rusak karena tercemar limbah minyak mentah seperti di BKPH Wonocolo. Untuk itu, hari ini (kemarin-red) kami menutup sumur-sumur tua yang ada di kawasan hutan Kedewan. Ini sebagai langkah awal untuk menertibkan yang lain,” tandas Agus Kusnandar.

Ditambahkannya, selama ini banyak kawasan hutan di wilayah KPH Cepu, Blora, yang rusak terkena limbah minyak mentah, akibat dari aktivitas penambangan di sumur minyak tua.

‘’Kalau boleh saya memperkirakan, kurang lebih ada sekitar 100 ha wilayah hutan yang tersebar di beberapa BKPH yag rusak akibat terkena limbah,’’ tambah Agus.

Setelah beberapa sumur minyak tua ditutup, kemarin Perhutani KPH Cepu bersama Muspika setempat, langsung menanami kembali lokasi penambangan itu dengan pohon jati serta sejumlah pohon jenis lainnya. Diharapkan, lokasi hutan yang sudah rusak akibat limbah minyak itu bisa hijau kembali.
 (Ud-SMnetwork | Jo-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved