Blora on News :
Home » , » Jalan Rusak Lagi Akibat Galian C, Warga Nglebak Mengadu ke Anggota DPRD Blora

Jalan Rusak Lagi Akibat Galian C, Warga Nglebak Mengadu ke Anggota DPRD Blora

infoblora.com on Dec 22, 2015 | 8:00 AM

Warga Desa Nglebak Kecamatan Kradenan mengadukan kerusakan jalan ke anggota DPRD Muhammad Ali Uddin. (foto: tio-ib)
BLORA. Upaya Pemkab Blora untuk memperbaiki jalan penghubung antar desa di Kecamatan Kradenan ternyata tidak bertahan lama. Setelah 3 bulan lalu selesai diperbaiki, ternyata kini jalan penghubung Kecamatan Kradenan dari Desa Mendenrejo menuju Desa Megeri  melalui Desa Ngrawoh-Nginggil-Nglebak kembali rusak akibat dilalui truk-truk galian C berlebihan tonase yang berasal dari Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Menyikapi kejadian tersebut, beberapa warga Desa Nglebak yang berada di ujung selatan Kabupaten Blora ini pada Senin malam (21/12) mendatangi anggota DPRD Blora untuk mengadukan kondisi jalan di desanya yang hancur lagi pasca perbaikan di pertengahan 2015.

Heru Susanto, warga Desa Nglebak bersama kedua rekannya yakni Agus dan Sucipto mengadukan kerusakan jalan terkait aktifitas galian C tersebut ke anggota DPRD Blora, Muhammad Ali Uddin.

Kepada Pak Uddin (sapaan akrab Muhammad Ali Uddin) yang juga anggota badan legislasi (Banleg) DRPD Blora, mereka melaporkan bahwa aktifitas galian C yang diduga tak berijin di wilayahnya sangat merugikan warga karena jalan desa yang baru saja diperbaiki kembali rusak akibat truk-truk besar pengangkut tanah dari wilayah Ngawi masuk.

Baru 3 bulan diperbaiki, jalan Desa Nglebak menuju Megeri
kembali jebrol akibat dilalui truk galian C. (foto: tio-ib)
“Sangat disayangkan, upaya perbaikan jalan yang dilakukan Pemkab terkesan sia-sia karena perusak jalan bebas berlalu-lalang di desa kami. Sedangkan warga sendiri tidak mempunyai kuasa untuk melarangnya. Saya mohon dari DPRD sebagai wakil rakyat bisa menyerap keluhan kami agar kejadian ini bisa disikapi secepatnya. Baik untuk perbaikan jalan ataupun penertiban galian C liar,” bebernya di hadapan M Ali Uddin.

Ia mengatakan bahwa operasional galian C di desa tersebut sebelumnya belum pernah ada. Baru beberapa minggu belakangan berlangsung karena lokasi galian C yang ada di Ngawi sudah ditertibkan dan ditutup oleh Pemkab setempat.

“Karena lokasi galian C di Ngawi ditertibkan, para pelaku tambang tanah urug ini pindah ke wilayah Blora tepatnya di Desa Megeri yang pada akhirnya akan berimbas pula ke Desa Nglebak. Ini perlu disikapi oleh Pemkab, baik eksekutif maupun legislatif,” lanjutnya.

Mendengar aduan tersebut, M Ali Uddin politisi dari PKB ini menjelaskan bahwa pihaknya di DPRD melalui Banleg telah merencanakan untuk membahas rancangan peraturan daerah (ranperda) yang akan mengatur tentang penertiban galian C.

“Tahun 2016 ini akan kami bahas ranperda galian C untuk mengatur dan menertibkan semua penambangan liar serta perijinannya. Jika itu memang liar ya harus ditertibkan. Sedangkan untuk perbaikan jalannya nanti akan dicek dahulu keadaaan di lapangan seperti apa, agar bisa diusulkan perbaikannya lagi di APBD Perubahan 2016,” jawabnya.

Hal itu ia katakan karena pengusulan perbaikan jalan sudah masuk dan disetujui di APBD 2016 yang telah disahkan November lalu. Sedangkan untuk kasus ini perbaikannya akan dimasukkan ke usulan perubahan APBD 2016 mendatang.

Sekedar diketahui, ruas Jl.Mendenrejo menuju Megeri hingga perbatasan Kabupaten Ngawi pada pertengahan 2015 lalu baru saja selesai diperbaiki dengan menggunakan dana APBD senilai Rp 3,38 miliar. Namun baru tiga bulan selesai diperbaiki, kembali rusak akibat dilalui truk truk galian C liar. (tio-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved