Blora on News :
Home » , » Gelar Sarasehan, Wartawan Dorong Kebersamaan Membangun Blora Pasca Pilkada

Gelar Sarasehan, Wartawan Dorong Kebersamaan Membangun Blora Pasca Pilkada

infoblora.com on Dec 29, 2015 | 4:38 PM

Sarasehan "Bersama Membangun Blora" pasca Pilkada yang digelar oleh Forum Komunikasi Wartawan Blora (FKWB). (foto: teg-ib)
BLORA. Forum Komunikasi Wartawan Blora (FKWB) pada hari Selasa (29/12) di Gedung Sasana Bhakti menggelar Sarasehan Pasca Pilkada dengan mengusung tema “ Bersama Membangun Blora” yang diapresiasi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora. 

Apresiasi tersebut disampaikan oleh  Riyanto, Asisten I Setda Blora Bidang Pemerintahan ketika mewakili Penjabat Bupati Blora Ihwan Sudrajat. Dalam sambutannya saat membuka acara sarasehan, menurutnya wartawan berperan aktif ikut mensosialisasikan pilkada melalui media masing-masing pada waktu sebelum hingga sesudah pelaksanaan pencoblosan.

“Kami mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada wartawan yang telah berperan ikut mensosialisasikan proses Pilkada hingga tercipta suasana yang aman dan kondusif,” ujar Riyanto.

Peran serta wartawan dan pihak terkait lainnya terbukti mampu menciptakan suasana yang aman dan kondusif sehingga Pilkada Blora berjalan lancar. Hal tersebut merupakan bukti bahwa situasi Pilkada Blora dalam keadaan nyaman, aman, kondusif. Bukti lainnya bahwa sekitar 73  persen warga Blora yang mempunyai hak pilih telah menggunakan hak suaranya di TPS.

“Ini adalah salah satu peran dari wartawan, karena APK yang disediakan dan dipasang KPU dirasa kurang meriah, sehingga wartawan ikut sosialisasi di media,” ujar Riyanto.

Acara sarasehan yang dikuti ratusan peserta dari sejumlah lembaga dan organisasi itu menghadirkan nara sumber Rektor Universitas NU Bojonegoro Dr. H. Mundzar Fahman, MM dan Akademisi Fakultas Hukum Universitas Muria Kudus, Hidayatullah.

Mundzar Fahman dalam materinya mengambil sub tema Kabupaten Blora Kini dan Masa Depan. Menurut Mundzar Fahman, setiap pasangan calon kepala daerah wajib menyampaikan visi-misi selama masa kampanye. Jika pasangan calon terpilih, maka visi-misinya akan menjadi dokumen resmi daerah yang harus diperjuangkan realisasinya oleh pasangan calon yang bersangkutan.

Hanya saja, Mundzar Fahman yang juga mantan wartawan itu menegaskan, bupati dan wakil bupati terpilih tentunya juga tidak hanya terpaku pada pemenuhan janji-janji politiknya sebagaimana yang disampaikan dalam visi dan misinya tersebut. Kreatif, inovatif, dan responsif tentu mutlak diperlukan untuk mengubah potret Blora di masa depan yang lebih baik.

“Sebagai bupati incumbent atau petahana, Bupati Djoko Nugroho tentu sudah sangat pengalaman. Bupati sudah menguasai betul peta dan potret daerah yang dipimpinnya selama lima tahun terakhir. Ibarat kendaraan bermotor, bupati dengan kemampuan dan pengalamannya bisa langsung kecepatan tinggi, porsneling empat. Keunggulan ini yang harus dioptimalkan,’’ katanya.

Hanya saja dia mengatakan, untuk merealisasikan visi misi dan program kerjanya, bupati dan wakil bupati harus bersinergi dengan semua pihak, komponen daerah yang lain sebagai partner, harus kompak mendukungnya.

 “Sebagai kepala daerah Bupati harus selalu bersinergi dengan komponen daerah seperti halnya DPRD, Forkopimda, kelompok-kelompok dalam masyarakat, organisasi non-pemerintah (ornop) dan sebagainya,’’ tegas Mundzar Fahman.

Sementara, Ketua Prodi Magister Ilmu Hukum Universitas Muria Kudus (UMK), Dr.Hidayatullah, SH, M.Hum yang juga sebagai narasumber pada sarasehan tersebut memaparkan Kebijakan Progresif dalam Membangun Daerah, mengajukan pertanyaan efektifitas pancapaian visi dan misi apakah ditentukan faktor person (kepala daerah, Red) ataukan oleh sistem (pemerintahan) mampu menghipnotis para peserta yang hadir.

”Dukungan masyarakat kuat, sepanjang komitmen kepada kesejahteraan masyarakat. Termasuk komitmen pada tujuan negara,” ungkapnya.

Menurutnya Menegakkan Daulat Rakyat Dengan Pola Pikir Progresif, tidak hanya dalam makna gramatikal, melainkan ke arah kemajuan dan berhaluan ke arah perbaikan keadaan sekarang. Dalam konteks bagaimana membuat kebijakan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

“Semua itu tidak bisa berjalan sendiri,namun membutuhkan dorongan serta kerja sama dari sejumlah elemen pada suatu daerah,” terangnya.

Dalam acara tersebut ia mencontohkan sejumlah kepala daerah yang berprestasi. Mereka diantaranya Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo, Walikota Bandung Ridwan Kamil serta Walikota Bogor Bima Arya. Kepala daerah tersebut pernah menerima penghargaan Bung Hatta Anti Corruption Award 2015.

Sarasehan yang dipandu wartawan senior Blora Urip Daryanto direspon antusias oleh peserta dengan sejumlah pertanyaan dan tanggapan. Acara yang di ikuti oleh sejumlah Ormas, SKPD, Pengurus Partai, serta sejumlah tokoh masyarakat berjalan lancar hingga selesai. Di harapkan dengan acara ini nantinya bisa membawa Blora semakin Sejahtera dan maju. (teg/rs-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved