Blora on News :
Home » , » Antisipasi Banjir Luapan, BPBD Blora Cek Tanggul Bengawan Solo

Antisipasi Banjir Luapan, BPBD Blora Cek Tanggul Bengawan Solo

infoblora.com on Dec 29, 2015 | 12:30 AM

BPBD dan pihak terkait melakukan pengecekan tanggul Bengawan Solo. (foto: agung)
BLORA. Upaya antisipasi potensi bencana banjir luapan Sungai Bengawan Solo di pinggiran Kecamatan Cepu dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora. BPBD bersama pihak terkait yakni Dinas Pekerjaan Umum (DPU) serta para relawan mengecek kondisi tanggul sungai terpanjang di Pulau Jawa ini apakah masih aman atau rawan longsor pada, Senin (28/12) kemarin.

Hadir langsung ke lapangan Kepala BPBD Kabupaten Blora Sri Rahayu guna memimpin pengecekan tanggul di wilayah Kecamatan Cepu tepatnya di Desa Nglanjuk, Sumberpitu, Gadon, hingga Getas.

“Untuk mengantisipasi banjir luapan, hari ini kami dan tim mengecek langsung kondisi tanggul Bengawan Solo. Setidaknya dengan kegiatan ini kita bisa memetakan daerah mana yang tanggulnya rawan longsor apabila tergerus aliran sungai yang deras, sehingga bisa dilakukan penanganan secepatnya,” jelas Sri Rahayu.

Berdasarkan pengecekan tanggul yang dilakukan, menurutnya wilayah yang berpotensi longsor dan bisa mengakibatkan banjir luapan Bengawan Solo adalah tanggul di desa-desa yang belum dibeton mulai dari Desa Nglanjuk hingga Desa Gadon.

“Yang tanggulnya rawan longsor jika arus Bengawan Solo deras adalah wilayah Desa Nglanjuk, Sumberpitu dan Getas. Kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk segera melakukan upaya pencegahan agar longsor tidak terjadi, mumpung arus Bengawan belum terlalu tinggi,” lanjutnya.

Sementara itu, Agung Tri salah satu petugas BPBD Blora menambahkan bahwa potensi longsornya tanggul di pesisir Bengawan Solo Kecamatan Cepu diperparah dengan maraknya penambang galian C yang menyedot pasir dari bibir tanggul. “Jika pasir terus disedot otomatis sungai semakin dalam dan tanggul rawan longsor,” ungkapnya.

Menurutnya untuk mencegah agar tanggul tidak longsor, BPBD akan berkomunikasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, DPU serta relawan untuk segera melakukan perawatan tanggul.

“Jangka pendeknya akan diberi penguat tanggul dari bambu dan karung. Sedangkan jangka panjangnya akan dilakukan reboisasi atau penanaman pohon di sepanjang tanggul Bengawan Solo,” ucapnya.

Untuk diketahui, beberapa tahun lalu ketika musim hujan mencapai puncaknya di wilayah Kecamatan Cepu selalu tergenang oleh banjir luapan Sungai Bengawan Solo. Akibatnya banyak pemukiman warga yang terendam. BPBD tidak mau kejadian tersebut terulang kembali sehingga dilakukan pengecekan dini kondisi tanggul. (tio-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved