Blora on News :
Home » , » Warga Pertanyakan Rencana Pembangunan Jembatan Kedungjenar-Beran Rp 4 Miliar

Warga Pertanyakan Rencana Pembangunan Jembatan Kedungjenar-Beran Rp 4 Miliar

infoblora.com on Nov 12, 2015 | 1:00 AM

Rencana pembangunan jembatan Kali Lusi menghubungkan Kelurahan Kedungjenar dengan Kelurahan beran dari
depan SMP Negeri 2 Blora ke selatan kembali dipertanyakan warga. (foto; tio-ib)
BLORA. Sejumlah warga Kelurahan Kedungjenar, Kecamatan Blora, mendatangi DPRD, kemarin. Mereka menanyakan kejelasan rencana pembangunan jembatan yang menghubungkan Kelurahan Kedungjenar dengan Kelurahan Beran.

Sepengetahuan mereka, pembangunan jembatan di sekitar SMP Negeri 2 Blora itu akan dilaksanakan tahun depan dengan dana mencapai sekitar Rp 4 miliar. Anggarannya dialokasikan di APBD 2016. Hanya saja warga menilai belum ada kejelasan studi kelayakan dan perencanaan proyek tersebut. 

‘’Dua kali kami mengikuti sosialisasi di kelurahan tapi juga belum ada kejelasan proyek itu seperti apa. Yang dijelaskan ke kami akan dibangun jembatan, itu saja. Kami tidak menolak pembangunan jembatan itu, asalkan jelas studi kelayakannya maupun perencanaannya,’’ ujar Yuhono, salah seorang tokoh pemuda Kedungjenar di hadapan pimpinan dan sejumlah anggota DPRD yang menerima kedatangan mereka.

Kejelasan yang dimaksud antara lain terkait dengan dampak sosial maupun ekonomi pembangunan jembatan. Menurut Yayun, sapaan akrab Yuhono, di sekitar lokasi jembatan yang akan dibangun sejak lama terdapat warungwarung yang didirikan warga. Mereka menggantungkan hidup dari usaha perekonomian tersebut. 

‘’Mereka nanti akan dikemanakan, itu juga tidak jelas,’’ tegas Yayun. 

Tak hanya itu, di sekitar lokasi juga ada fasilitas umum berupa sarana MCK yang baru selesai dibangun beberapa tahun lalu. ‘’DPRD juga kami harap tidak serta merta menggedog anggaran tanpa kejelasan proyek,’’pinta Yayun.

Menyikapi aspirasi warga tersebut, Wakil Ketua DPRD H Abdullah Aminudin menegaskan, pihaknya akan meminta dinas terkait untuk menyusun studi kelayakan dan perencanaan dengan baik. 

‘’Kalau memang diperlukan tambahan anggaran, tidak masalah. Asalkan jelas perencanaannya. Jadi, jangan ada kesan dipaksakan dibangun,’’ujarnya. 

Pernyataan senada dikemukakan pula Ketua DPRD H Bambang Susilo. ‘’Kesimpulannya, proyek tersebut harus dipersiapkan dengan baik dulu. Studi kelayakan dan perencanaannya seperti apa, harus jelas. Warga juga semestinya mendapatkan sosialisasi yang gamblang,’’ katanya.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Blora Sutikno Slamet yang turut hadir dalam audiensi menuturkan, bisa jadi warga belum mendapat kejelasan rencana pembangunan jembatan karena penyosialisasi tidak berkompeten menjelaskan hal-hal yang ditanyakan warga. ‘’Misalnya lay out jembatan seperti apa, itu kan hal teknis,’’ katanya. 

Dihubungi terpisah, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bondan Sukarno menyatakan, rencana pembangunan jembatan Kedungjenar-Beran telah diusulkan sejak lama oleh warga maupun anggota DPRD di era 2000-an.

Usulan tersebut mengemuka lagi di tahun 2014. Pemkab pun menindaklanjuti usulan tersebut. ‘’Namun anggarannya baru akan dimasukan dalam APBD 2016 sebesar Rp 4 miliar karena tahun-tahun sebelumnya dananya belum ada,’’katanya.

Terkait dengan dampak sosial, menurutnya, Pemkab akan menyiapkan solusi bagi warga. Bondan Sukarno menuturkan, Pemkab juga bakal melakukan penataan di sejumlah fasilitas publik di sekitar lokasi jembatan. 


‘’Rencananya pembangunan jembatan akan berkelanjutan. Artinya, setelah jembatan dibangun, akan diikuti penataan di sekitar lokasi sehingga masyarakat di sekitar jembatan merasa nyaman,’’ ujarnya. (Abdul Muiz-SMNetwork | Jo-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved