Blora on News :
Home » , » Produk Kerajinan Akar Jati Desa Tempellemahbang Jepon Tembus Pasar Afrika

Produk Kerajinan Akar Jati Desa Tempellemahbang Jepon Tembus Pasar Afrika

infoblora.com on Nov 5, 2015 | 2:00 AM

Sebuah bengkel kerajinan akar jati di Desa Tempellemahbang Kecamatan Jepon. (foto: rs-ib)
BLORA. Kerajinan akar jati yang berada di Desa Tempellemahbang terus bergeliat, pasalnya barang yang mereka buat semuanya untuk pasukan ekspor ke sejumlah negara, seperti Cina Eropa, Amerika serta kini mulai merambah benua Afrika. Sehingga membuat puluhan perajin sibuk membuat produksi kerajinan sesuai dengan pesanan pembeli dari manca negara tersebut.

”Rata-rata yang dibuat disini memang sudah langsung diekpsor sekitar 50 persen, dan beberapa bulan yang lalu baru saja kami kirim ke Johanesberg Afrika Selatan satu kontainer kerajinan akar jati,” ujar owner Surya Jati Mas, Ahmad Syaifuddin ketika ditemui di bengkel kerjanya, kemarin.

Menurutnya, memang saat ini semua perajin sedang menyelesaikan pesanan yang ada, seperti skreen, konsul, vas bunga, tempat buah-buahan dan pernak-pernik lainnya yang terbuat dari akar jati.

Untuk memenuhi pesanan dirinya mengaku membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga bulan untuk satu kontainer. Sementara dalam setahun, dia mampu mengkespor tiga hingga empat kali. ”Sekarang memang kemampuannya seperti itu, sebenarnya bisa lebih namun harus menambah tenaga kerja dan bahanbahan,” jelasnya.

Meski demikian, dirinya dan perajin lainnya sudah merasa cukup baik, sebab sudah rutin mengekspor dan hasil kerajinan yang dibuat sudah laku dipasaran sehingga menghidupkan perekonomian masyarakat.

Dalam mengekspor, lanjutnya, ada yang dilakukan secara langsung dan melalui agensi yang selama ini sudah bermitra. Selain itu seluruh perajin yang ada sudah tergabung dalam paguyuban tersendiri dan ada cluster sendiri-sendiri sehingga bila ada order dari luar negeri semuanya bisa merasakan.

”Ini memang menggembirakan dan dukungan dari Pemkab khususnya Dinas Perindagkop dan UMKM cukup baik,” tandas Ahmad yang mulai merintis usahanya ini sejak 2008. 

Ahmad yang juga ketua paguyuban ini melihat prospek kedepan semakin cerah namun tantangan yang dihadapi pada persolan legalitas bahan baku. Selain itu, pihaknya juga menghadapi mahalnya ongkos tenaga kerja. 

”Soal ketersediaan akar tidak jadi masalah hanya legalitasnya saja, namun pemkab sudah memfasilitasi,” katanya.

Terpisah, Penjabat (Pj) Bupati Blora Ihwan Sudrajat mengakui potensi kerajinan akar jati di Blora cukup bagus. Namun masih untuk kalangan atas, karena harganya mahal. Untuk itu dirinya mendorong agar perajin bisa membuat karya yang bisa dijangkau oleh masyarakat dengan harga yang ekonomis. 

”Misalnya dengan model dan bentuk yang kecil-kecil tapi kualitasnya cukup bagus, sehingga tidak hanya kalangan atas yang membelinya,” ujarnya. (gie-SMNetwork | Jo-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved