Blora on News :
Home » , » Pemkab Blora Berharap Pengelolaan Sumur Minyak Tua Dikembalikan ke KUD & BUMD

Pemkab Blora Berharap Pengelolaan Sumur Minyak Tua Dikembalikan ke KUD & BUMD

infoblora.com on Nov 14, 2015 | 2:30 AM

Salah satu sumur minyak tua di Desa Ledok Kecamatan Sambong Blora. (foto: tio-ib)
BLORA. Pemkab Blora berharap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Blora Patra Energi (BPE) tetap diberikan kesempatan mengelola sumur minyak tua yang ada di Blora. Apalagi, menurut Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Blora H Setyo Edy, Peraturan Menteri ESDM No 1/2008 tentang Pedoman Pengusahaan Pertambangan Minyak Bumi pada Sumur Tua hingga kini masih berlaku.

Berdasarkan Permen tersebut, pengusahaan pertambangan minyak bumi pada sumur tua dengan mengikutsertakan partisipasi masyarakat sekitar. Kontraktor kontrak kerjasama (KKKS) mengikutsertakan KUD dan BUMD dalam pengelolaan sumur peninggalan Belanda tersebut. 

“Berdasarkan aturan itu, kami berharap pemerintah pusat termasuk Pertamina tetap memberikan izin kepada BUMD PT BPE mengelola sumur minyak tua yang ada di wilayah Blora,” kata Setyo Edy, Jumat (13/11) kemarin.

Hal tersebut disampaikan Setyo menanggapi tidak diperpanjangnya kontrak oleh Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) terhadap pengelolaan 36 sumur tua yang sebelumnya dilakukan PT BPE.

“Kalaupun berdasarkan hasil evaluasi pengelolaan sumur tua di periode sebelumnya ada kekurangan, mari sama-sama diperbaiki. Pertamina EP memberikan pembimbingan supaya pengelolaan sumur tua ke depannya oleh PT BPE menjadi lebih bagus,” tandas Setyo Edy. 

Masa kontrak pengelolaan 36 sumur minyak tua oleh BUMD Blora terhitung sejak 3 Nopember 2010 sampai 3 Nopember 2015. Namun kontrak tersebut tidak diperpanjang oleh Pertamina EP sebagai KKKS pemilik sumur tua. Padahal PT BPE menurut direktur utamanya, Christian Prasetya, perpanjangan kontrak sudah diajukan. Namun tidak dikabulkan.

Tidak diketahui pasti alasan tidak diperpanjangnya kontrak tersebut. Namun kuat dugaan itu terjadi karena kinerja pengusahaan sumur tua oleh PT BPE kurang maksimal. Selama ini Blora menjadi contoh pengelolaan sumur tua. Asosiasi Daerah Penghasil Migas (ADPM) pun meminta para anggotanya moncontoh Blora dalam pengelolaan sumur minyak tua.

Sementara itu, Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, mulai melakukan pengecekan keberadaan sumur tua di tiga wilayah kerjanya, di Blora, Tuban dan Bojonegoro. Dari tiga wilayah yang terdapat sumur tua, sementara baru wilayah Blora yang dilakukan pendataan.

Pendataan dilakukan menyusul intruksi dari Pertamina. Namun, apa tujuan dari pendataan tersebut belum diketahui. Field Manager Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Wresniwiro, menuturkan, sumur tua yang ada sedang dilakukan pendataan dulu. “Ada baunya tidak, ada minyaknya tidak, berpotensi apa tidak,” tandasnya. 

Pendataan itu melibatkan banyak bagian di Pertamina EP. Mulai dari legal, HSSE, bagian drilling dan bagian lainnya.

Ketika disinggung rencana kedepan usai pendataan, apakah sumur itu akan dikelolakan ke Paguyuban, KUD atau BUMD, dia mengaku belum mengetahuinya. “Kami belum tahu rencana pusat seperti apa. Kami lakukan pendataan dulu,” ujarnya. (Abdul Muiz-SMNetwork | Jo-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved