Blora on News :
Home » , » Eksplorasi Sumur Minyak di Plantungan Blora Sementara Waktu Dihentikan

Eksplorasi Sumur Minyak di Plantungan Blora Sementara Waktu Dihentikan

infoblora.com on Nov 23, 2015 | 3:56 PM

Proses pengeboran sumur minyak Wonopotro I di Desa Plantungan Blora belum lama ini. (foto: am-sm)
BLORA. Pengeboran sumur eksplorasi Wonopotro-1 di Desa Plantungan, Kecamatan Blora oleh PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Randugunting telah selesai. Di sumur tersebut ditemukan kandungan minyak dan gas (migas). Namun umlahnya tidak sesuai yang diharapkan. Meski begitu, PHE Randugunting menyakini di sekitar kawasan Plantungan terkandung cadangan migas dalam jumlah besar.

Oleh karena itu manajemen PHE Randugunting hendak mengajukan izin ke Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) untuk melakukan survey tiga dimensi agar hasilnya lebih akurat. 

Penjabat Bupati Blora Ihwan Sudrajat beserta rombongan pekan lalu mengunjungi lokasi pengeboran sumur Wonopotro-1. Dalam kesempatan itu, Ihwan Sudrajat mendapat penjelasan dari General Manajer PHE Randugunting Abdul Mutholib Masdar terkait hasil pengeboran sumur yang dimulai sejak 1 Agustus 2015.

“PHE Randugunting menyakini di situ ada cadangan migas. Namun untuk memastikannya mereka akan mengajukan survei 3 dimensi ke SKK Migas,” ujar Ihwan Sudrajat kepada usai Sosialisasi Peraturan di gedung Sasana Bakti.

Dia tidak menampik cadangan migas yang ditemukan dalam pengeboran sumur Wonopotro belum sesuai harapan. Kondisi tersebut diperparah dengan masih rendahnya harga minyak dunia. Sehingga dari sisi ekonomi, kurang menjanjikan. Oleh karena itu belum diputuskan akan diapakan sumur Wonopotro-1 tersebut.

“Yang pasti rig pengeborannya sudah dipindahkan karena rig itu milik swasta yang disewa PHE Randugunting,” katanya.

Berdasarkan data yang diperoleh, empat lapisan tanah yang diuji, lapisan pertama, kedua, dan ketiga menghasilkan, namun pada lapisan yang keempat 100 persen menghasilkan air. Lapisan pertama hanya menghasilkan gas 0,0016, lapisan ke-dua menghasilkan minyak 7,8 BOPD dan gas, lapisan ketiga menghasilkan minyak 9,4 dan gas 0,011.

“Ini menjadi diskusi panjang antara SKK Migas dan Pertamina mau diapakan sumur Wonopotro I. Kondisi sampai hari ini itu belum putus apakah akan bergerak ke arah lain atau tetap stay di sini,” kata GM PHE Randugunting Abdul Muthalib Masdar kepada Pj bupati.

Sekadar diketahui, saat awal pengeboran sumur Wonopotro-1, manajemen PHE menyakini adanya kandungan minyak di sumur tersebut 400- 500 BPOD. Hal itu didasarkan hasil survei 2 D yang pernah dilakukan. Bahkan cadangan minyak di Sumur Wonopotro diperkirakan mencapai 30 juta barel. Pengeboran dilakukan hingga kedalaman 1.500 meter dengan durasi waktu 49 hari.

Sebelum melakukan pengeboran di Sumur Wonopotro-1, PHE Randugunting telah tiga kali mengebor sumur di tiga tempat berbeda di Blora. Namun tiga pengeboran sumur tersebut tidak mendapatkan minyak. Pengeboran pertama dan kedua dilakukan di Desa Krocok Kecamatan Japah (2010) dan di Desa Tinapan Kecamatan Todanan (2011).

Sedangkan pengeboran ketiga dilaksanakan di sumur Kenangarejo (KGR) 1 di† Desa Sambongrejo, Kecamatan Tunjungan, 2013. Sumur dengan kedalaman pengeboran 2.207 meter itu dinyatakan dry hole dengan indikasi hidrokarbon. 

Potensi minyak di Blok Randugunting yang wilayah kerjanya meliputi Kabupaten Blora, Rembang, Pati dan Tuban diperkirakan hanya berbeda sedikit dengan cadangan minyak di Blok Cepu.

Namun di mana titik koordinator pasti keberadaan cadangan minyak itu belum diketahui. Pengeboran eksplorasi dilakukan untuk mencari keberadaan cadangan minyak tersebut. (Abdul Muiz-SMNetwork | Jo-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved