Blora on News :
Home » , » Pilang Randublatung Merintis Desa Berdikari dari Kerajinan Batik Jati

Pilang Randublatung Merintis Desa Berdikari dari Kerajinan Batik Jati

infoblora.com on Oct 12, 2015 | 12:30 AM

Ibu-ibu perajin batik tulis di Randublatung sedang asyik mencanting. (dok-kph)
BLORA. Pohon jati berlimpah di Kecamatan Randublatung, Blora. Sepanjang 25 kilometer menuju Blora bagian selatan, pohon jati tampak meranggas. Tegak berjajar, tetapi daunnya hilang dicukur musim kemarau.

Di tengah kemarau justru kreativitas mekar di rumah Suyatno (37) yang semua bagiannya terbuat dari kayu jati. Dari pohon jati muncul motif batik yakni tunggak, kambium, batang, ungker, bunga dan daun. Corak warna batik Randublatung didominasi warna-warna cerah. Hal ini terpengaruh dengan corak warna batik Lasem, Rembang atau batik pesisiran yang cerah.

Para pengrajin batik, tak menolak mengerjakan pesanan dengan motif di luar Randublatung seperti corak batik Banyumasan yang cenderung didominasi warna hitam. Jari-jari lentik dua perempuan membubuhkan warna di atas kain putih berpola tunggak dan duan jati serta Bawor, sebuah sosok dalam cerita pewayangan khas Banyumasan.

Selembar kain batik ukuran 2×1,15 meter itu merupakan pesanan seorang rekan Suyatno di Banyumas. Erawati (30) dan Muawanah (40), dua pengrajin batik rumah itu menyelesaikan tahap pewarnaan selama satu jam setengah.

Keduanya merupakan ibu rumah tangga di Dukuh Karanganyar, Desa Pilang, Randublatung, Blora. Suyatno memberdayakan enam ibu rumah tangga untuk membuat batik bertema pohon jati. Tiga orang bertugas mencanting dan tiga lagi mewarnai. Satu orang lelaki lagi ambil bagian mengambar pola. 

”Empat tahun lalu, saya memulai merintis batik di desa. Berawal dari rasa penasaran dari aktivitas pembatik di Jetis, Blora. Semula tak tahu sama sekali apa itu batik. Kami mulai dari nol pada tahun 2011 dengan belajar dari pembatik di Jetis. Embrionya dari situ,” ujarnya, ditemui di rumahnya, Sabtu (10/10). 

Bermodal Rp 10 juta, kepala desa Pilang yang mantan pengusaha kayu jati ini memborong perangkat membantik seperti canting, malam, wajan dan kain. Istrinya, Yuni Nasriati (31), mengajak ibu-ibu di sekitar rumah untuk belajar membatik dari seorang praktisi. 

”Tidak semuanya bisa membatik. Setelah pelatihan, ada beberapa ibu di sini yang punya bakat membatik. Akhirnya dimulai dari berlangsung sampai sekarang,” kata Yuni.
Usaha batik rumahan bernama ”Rismala Batik” ini mendapatkan bantuan keuangan desa dari Pemprov Jawa Tengah melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Bapermasdes) tahun 2015. Nilai bantuan sebesar Rp 100 juta. Bapermasdes menentukan 45 desa pada 15 kabupaten sebagai penerima program bantuan Desa Berdikari.

Bantuan tersebut diharapkan menjadikan desa mampu berdiri di kakinya sendiri yang berujung pada kemandirian ekonomi desa. Suyatno berencana mengembangkan batik cap dan printing dengan menggaet 25 pengrajin dari lingkungan di sekitar Desa Pilang.

Sasaran pemasaraan batik itu adalah sekolah, instansi pemerintah dan kelompok masyarakat. Selember kain batik cap dan printing berkisar Rp 50.000-Rp 60.000. Jauh lebih murah dari harga batik tulis produknya yang mencapai Rp 150.000-Rp 200.000 untuk motif standar.

”Yang akan memesan batik cap dan printing ini sudah mulai berdatangan. Potensi pasarnya terbuka lebar. Sekarang di Randublatung, baru kami yang mendirikan usaha batik. Kami berharap usaha ini terus berkembang dan mampu memberdayakan. Semoga bisa menjadi desa Berdikari dari usaha batik ini,” ungkap Suyatno. 

Dari sisi kesejahteraan, Erawati, ibu rumah tangga, telah memperoleh penghasilan yang mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari. Pengrajin lainnya yang juga buruh tani bertugas di bagian pewarnaan, memperoleh penghasilan tambahan.

”Pemasaran masih door to door. Dari teman ke teman. Ke relasai. Juga saudara. Kalau ada bazar di dalam dan luar kota pasti ikut. Alhamdulillah, peminatnya terus ada. Kami bisa bertahan sampai sekarang berarti kan ada keuntungannya,” kata Yuni. (Zakki-SMNetwork | Jo-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved