Blora on News :
Home » , , » Meski Kemarau, Blora Siapkan Penen Raya Padi Seluas 1.180 Hektar Bersama KASAD

Meski Kemarau, Blora Siapkan Penen Raya Padi Seluas 1.180 Hektar Bersama KASAD

infoblora.com on Oct 4, 2015 | 9:00 AM

Usai buka TMMD Reguler 95 di Stadion Kridosono, KASAD akan panen raya padi seluas 1.180 hektar di Kedungtuban. (foto-ilustrasi)
BLORA. Disaat kemarau panjang masih melanda Kabupaten Blora dan sebagian besar areal persawahan mengalami kekeringan, namun wilayah ujung timur Jawa Tengah ini masih mempunyai lahan lumbung pangan yang kini memasuki musim panen di wilayah Kecamatan Kedungtuban.  Bahkan luas lahan padi yang memasuki masa panen tersebut mencapai ribuan hektar.

Sesuai rencana, panen raya padi di wilayah lumbung pangan di Desa Wado Kecamatan Kedungtuban tersebut akan dihadiri Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jendral TNI Mulyono bersama rombongan Pangdam IV Diponegoro, Damrem Makutarama, Dandim 0721 Blora, Bupati blora beserta tamu undangan lainnya.

Berdasarkan keterangan dari Dandim 0721 Blora, Letkol Inf. Ariful Mutaqin, panen raya akan dilaksanakan pada Kamis siang (8/10) mendatang setelah KASAD menghadiri pembuakaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke 95 di Stadion Kridosono Blora.

“Saat ini sedang disiapkan lahan panen seluas 1.180 hektar untuk panen raya bersama KASAD. Sebenarnya luasan tanaman padi di Desa Wado dan sekitarnya mencapai sekitar 3.000 Ha, hanya saja sebagian diantaranya sudah dipanen baru-baru ini,” kata Dandim 0721 Blora, Letkol Inf. Ariful Mutaqin, kemarin.

Menurutnya ini adalah bukti bahwa TNI mendukung upaya perwujudan ketahanan dan kedaulatan pangan di Indonesia. Dalam acara tersebut juga akan dibagikan sejumlah alat-alat pertanian dan setelah panen KASAD akan berdialog dengan ratusan petani setempat, sekaligus menyaksikan MoU antara petani dengan Bulog bahwa hasil panen petani akan dijual ke Bulog.

Dikemukakan, sebenarnya Blora itu sudah dapat dikatakan swasembada gabah, namun untuk menuju swasembada beras masih ada beberapa kendala, yakni belum adanya penggilingan padi yang mengolah beras sesuai standar yang diberlakukan oleh Bulog. Para petani berharap pemerintah terkait segera mewujudkan adanya penggilingan padi tersebut. (Pendim | Jo-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved