Blora on News :
Home » , , » Hingga Kini Pembangunan Pabrik Tepung Porang Perhutani di Blora Tidak Jelas

Hingga Kini Pembangunan Pabrik Tepung Porang Perhutani di Blora Tidak Jelas

infoblora.com on Oct 16, 2015 | 1:00 PM

Lahan tanaman porang dibawah tegakan hutan jati Mricokecut Jiken usai terbakar dan tak berwujud. Diharapkan saat
musim hujan nanti porang akan kembali tumbuh. (am-sm)
BLORA. Wacana pembangunan pabrik tepung porang di Blora yang sempat mengemuka di tahun 2013, hingga kini tidak jelas realisasinya. Padahal Perhutani telah menyiapkan lahan pembangunan pabrik tersebut di Kecamatan Kunduran. Namun lantaran tidak ada kejelasan, lahan itupun tetap dibiarkan seperti semula sebagai tempat penimbunan kayu jati.

‘’Sampai saat ini kami belum tahu kelanjutan dari rencana pembangunan pabrik porang di Blora,’’ ujar Administratur (ADM) Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Blora Joko Sunarto.

Wacana pembangunan pabrik tepung porang di Blora sempat mengemuka ketika Menteri BUMN Dahlan Iskan melakukan Ground Breaking Cluster Budidaya Tanaman Porang di Blora yang dipusatkan Mricokecut di Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Cabak, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Cepu, April 2013.

Dalam kesempatan itu, menteri mengungkapkan bahwa Perhutani akan membangun pabrik tepung porang di Blora. Direktur Utama PT Perhutani yang dijabat Bambang Sukmananto ketika itu menyatakan, di Kabupaten Blora telah disiapkan lahan sekitar 1.200 hektar yang tersebar di empat KPH.

Tentang alasan Perhutani memilih membangun pabrik tepung porang di Blora, Bambang menjelaskan bahwa Blora yang berbatasan dengan Provinsi Jawa Timur itu memiliki kawasan hutan yang luas.

Selain itu, Perhutani juga ingin membantu perekonomian warga setempat. Untuk itu, kata dia, pabrik tepung porang nanti akan dirikan di Blora di tahun 2014. Pabrik tersebut direncanakan bisa menampung 30 ribu ton porang setiap tahunnya.

Porang yang ditanam di Mricokecut semestinya sudah bisa dipanen tahun ini. Hanya saja, jangankan bisa dipanen, wujud fisik tanaman porang itupun saat ini tidak nampak. Itu terjadi karena tanaman porang ikut terbakar bersama semak belukar dan rumput ilalang yang berada di bawah tegakan pohon jati.

Namun menurut ADM Perhutani Blora Joko Sunarto, tanaman porang masih akan bisa tumbuh lagi. ‘’Saat musim hujan akan bisa tumbuh lagi. Porangnya ada di dalam tanah dan tanamannya akan tumbuh kembali,’’ tegasnya.

Joko Sunarto yang juga koordinator ADM Perhutani di wilayah Blora menyatakan, lantaran belum ada pabrik porang di Blora, hasil panen porang yang ditanam di kawasan hutan di wilayah Blora dijual oleh petani ke daerah lain. ‘’Di Jawa Timur ada pabrik porang Perhutani. Sebagian hasil panen oleh para petani hutan dijual kesitu dan sebagian lainnya dijual ke tempat lain,’’ ungkapnya. (Abdul Muiz-SMNetwork | Jo-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved