Blora on News :
Home » , » Bupati : Pasar Blora Perlu Dibangun Lebih Besar Agar Mampu Tampung Pedagang

Bupati : Pasar Blora Perlu Dibangun Lebih Besar Agar Mampu Tampung Pedagang

infoblora.com on Oct 4, 2015 | 4:00 AM

Pj.Bupati Blora Ihwan Sudrajat kemukakan perlunya pembangunan pasar tradisional yang lebih besar di Blora. (tq-gr)
BLORA. Tertinggalnya perekonomian Blora dengan beberapa kabupaten tetangga khususnya sektor pengelolaan pasar tradisional menjadi salah satu sorotan Pj.Bupati Ihwan Sudrajat. Dalam sebuah dialog belum lama ini, ia mengemukakan perlunya pembangunan Pasar Blora yang lebih besar agar dapat menampung semua pedagang.

Selama ini di Pasar Induk Blora setiap hari dijumpai ratusan pedagang menggelar barang dagangannya di trotoar tepi jalan sehingga membuat jalan semakin sempit dan rawan macet. Sedangkan lapak di dalam pasar sudah penuh dan cenderung sepi karena pembeli lebih memilih belanja di pedagang tepi jalan.

“Kalau Blora ingin maju, ya perlu dibangun pasar yang lebih besar, lebih nyaman, dan lebih teratur sehingga semua pedagang bisa masuk, tidak jualan di jalan dan perekonomian bisa berjalan lebih lancar. Saat ini Pasar Blora tidak punya area bongkar muat barang sehingga menimbulkan macet di jalanan,” kata Ihwan Sudrajat.

“Di salah satu sisi para pedagang memerlukan tempat untuk berjualan, namun disisi lain para pengguna jalan juga butuh kenyamanan dan kelancaran lalu-lintas. Maka petugas juga harus memiliki ketegasan. Beri batas waktu jualan misalnya dari dini hari sampai pukul 07.00 WIB dan itu harus benar-benar ditegakkan,” lanjut Ihwan Sudrajat.

Ia menambahkan bahwa lokasi Pasar Blora saat ini memang sempit, lahannya terbatas. Jika dibangun maka menurutnya ada 2 alternatif yakni dibangun vertikal keatas beberapa lantai dengan pembagian zona, lantai satu untuk parkir dan bongkar muat, lantai dua untuk sayuran dll, atau alternatif dua mencari lahan baru yang lain.

Pj.Bupati yang pernah menjabat sebagai Kepala Disperindag Jateng ini memperkirakan pembangunan Pasar Blora bisa menelan dana Rp 30 miliar lebih. “Jika mendesak untuk dibangun, maka yang membangun harus pemkab sendiri. Jangan diserahkan kepada pihak investor, karena nantinya pendapatan pasar itu akan masuk Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dengan kata lain dengan pembangunan pasar, maka konsekwensinya harus mampu meningkatkan PAD,” jelasnya.

Dirinya tidak mau dengan pembangunan pasar yang menelan dana besar namun pendapatannya untuk PAD justru turun. Perlu adanya komitmen dari dinas terkait untuk meningkatkan PAD sektor pasar misalnya dengan manaikkan retribusi kebersihan. (tio-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved