Blora on News :
Home » , » Bersama Pemkab, Perhutani KPH Cepu Ikut Merawat 18 Situs Budaya Blora di Hutan

Bersama Pemkab, Perhutani KPH Cepu Ikut Merawat 18 Situs Budaya Blora di Hutan

infoblora.com on Oct 31, 2015 | 7:00 AM

Situs Budaya Tapaan Janjang di atas Bukit Desa Janjang Kecamatan Jiken yang masuk wilayah hutan
BKPH Nglebur. (foto : rs-infoblora)
BLORA. Tidak kurang dari 18 situs budaya Kabupaten Blora berada di wilayah kerja Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Cepu. Situs-situs itupun mendapat perhatian dari Perhutani dan Pemkab Blora.

Kepala Sub Seksi Pengelola Hutan Bersama Masyarakat Perhutani KPH Cepu, Sungkono mengatakan, Perhutani mempunyai kewajiban untuk melindungi situs budaya yang berada di kawasan hutan. Itu dimaksudkan untuk melestarikan kearifan lokal daerah setempat. 

”Ada 18 situs budaya di kawasan hutan KPH Cepu. Kami memiliki kewajiban untuk melindungi kearifan lokal tersebut,” ujar Sungkono, kemarin.

Ke-18 situs itu terdapat di 11 Bagian kesatuan pemangkuan hutan (BKPH), di antaranya BKPH Blungun, Kendilan, Ledok, Nanas, Nglebur, Pasarsore, Pucung, Wonogadung, Nglobo, Kedewan dan Sekaran. 

Papan informasi Situs Budaya Tapaan Janjang oleh Perhutani KPH Cepu.
(foto: rs-infoblora)
”Saat ini yang paling ramai dan sering dikunjungi adalah Pertapaan Janjang di BKPH Nglebur, Jiken. Puluhan ribu orang tiap tahun mengunjungi situs budaya tersebut saat digelarnya tradisi manganan,” katanya.

Bentuk perhatian dan perlindungan yang dilakukan oleh Perhutani antara lain dengan membuat papan informasi situs pal batas. Selain itu, KPH juga melakukan pengkayaan tanaman sekitar situs. 

”Kami juga melakukan kerja sama dengan masyarakat sekitar hutan untuk melakukan pengelolaan situs,” katanya. 

Sementara itu Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Perhubungan Pariwisata Kebudayaan Komunikasi dan Informatika (DPPKKI) Blora, Suntoyo mengemukakan, pihaknya telah melakukan pendataan sejumlah situs budaya yang ada di Blora sejak beberapa tahun lalu. ”Termasuk situs budaya yang berada di kawasan hutan,” tandasnya. 

Menurutnya, Pemkab juga berupaya melestarikan situs-situs tersebut, di antaranya dengan membangun sarana dan prasarana seperti jalan akses menuju kawasan situs. ”Jalan menuju kawasan Makam Janjang sudah diperbaiki oleh Pemkab beberapa tahun lalu. Dengan perbaikan jalan tersebut, warga yang hendak menuju kawasan situs bisa dengan mudah sampai lokasi,” katanya. (Abdul Muiz-SMNetwork | Jo-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved