Blora on News :
Home » , » Pemasangan APK Minim, Dikhawatirkan Pemilih di Pilkada Blora 2015 Menurun

Pemasangan APK Minim, Dikhawatirkan Pemilih di Pilkada Blora 2015 Menurun

infoblora.com on Sep 11, 2015 | 12:30 AM

Salah satu alat peraga kampanye yang dipasang KPU di wilayah Kelurahan Bangkle.
BLORA. KPU Blora akan mengintensifkan sosialisasi Pilkada 2015. Hal itu dilakukan agar jumlah pemilih yang menggunakan hak pilihnya pada Pilkada 9 Desember akan lebih meningkat dibanding Pemilu sebelumnya.

Apalagi sejumlah pihak mengkhawatirkan minimnya jumlah alat peraga kampanye (APK) yang dipasang akan menjadikan tidak banyak warga yang tahu bakal digelar Pilkada di Blora. Pada Pemilu sebelumnya, tidak ada pembatasan jumlah APK.

Namun ternyata jumlah warga yang menggunakan hak pilih di TPS justru cenderung turun. Sementara pada pilkada sekarang, pasangan calon bupati dan wakil bupati tidak diperkenankan mencetak dan memasang APK sendiri karena KPU telah memfasilitasi pencetakan dan pemasangan APK tersebut.

APK yang dicetak dan dipasang KPU berupa baliho lima unit untuk tiga pasangan calon (15 titik pemasangan), spanduk 393 buah kali tiga pasangan calon (1.179 lokasi), umbul-umbul sebanyak 213 buah kali tiga pasangan calon (639 titik pemasangan).

Selain tiga jenis APK itu, KPU juga memfasilitasi pencetakan ribuan bahan kampanye berupa leaflet, pamflet dan flyer untuk setiap pasangan calon. Setiap pasang calon dan atau tim kampanye hanya diperbolehkan membuat bahan kampanye selain yang dicetak KPU kabupaten. Bahan kampanye itu berupa kaos, topi, mug, kalander, kartu nama, pin, ballpoint, payung dan atau stiker maksimal berukuran 10 kali 5 cm.

‘’Kami khawatir karena APK yang dipasang sedikit, banyak warga yang tidak tahu akan digelar pilkada. Jika itu terjadi, tingkat partisipasi pemilih pada pilkada bakal turun drastis dibanding Pemilu sebelumnya,’’ ujar Rudi Widodo, salah seorang warga, kemarin.

Dia membandingkan, sebelum dan saat masa kampanye di Pemilu sebelumnya telah banyak APK yang terpasang di tepi jalan maupun di lokasi strategis lainnya. Namun, kini pemandangan seperti itu tidak tampak lagi. 

‘’APK hanya dipasang di tempat- tempat tertentu saja. Siapa yang menjadi calon bupati dan wakil bupati, tidak banyak warga yang tahu,’’tuturnya.

Komisioner KPU Blora yang membidangi sosialisasi, Moesafa menyatakan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah program sosialisasi pilkada kepada warga. Menurutnya sosialisasi yang sudah pernah dilaksanakan adalah jalan sehat di Alun-alun Blora. Adapun yang tengah berlangsung di antaranya dialog di radio.

Dia menuturkan, program sosialisasi yang akan dilaksanakan di antaranya sosialisasi kepada organisasi dan kelompok masyarakat, dinas dan instansi serta sosialisasi kepada para pelajar dan mahasiswa. ‘’Kami berharap melalui sosialisasi itu warga Blora terutama pemilih tahu bakal ada pilkada dan menggunakan hak pilihnya dengan benar di TPS,’’tandasnya.


Dia menuturkan, program sosialisasi pilkada tidak terkait dengan pencetakan maupun pemasangan APK. Hingga kini belum ada pemberitahuan resmi dari KPU Pusat terkait target angka partisipasi pemilih dalam pilkada. (Abdul Muiz-SMNetwork | Jo-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved