Blora on News :
Home » , » Masyarakat Blora Tunggu Pembuktian APBD 2016 Tidak Terlambat Lagi

Masyarakat Blora Tunggu Pembuktian APBD 2016 Tidak Terlambat Lagi

infoblora.com on Sep 5, 2015 | 9:00 AM

Penetapan APBD 2015 lalu yang ditetapkan pada bulan Januari. Masyarakat berharap APBD 2016 bisa
ditetapkan lebih awal.
BLORA. Sejumlah komponen masyarakat Blora mendukung penuh komitmen Penjabat (Pj) Bupati Ihwan Sudrajat yang bertekad mengupayakan penetapan APBD 2016 tidak terlambat.

Hanya saja komitmen serupa yang juga pernah beberapa kali dilontarkan ketua dan sejumlah anggota DPRD itu perlu dibuktikan. “Jadi, bukan hanya komitmen-komitmen tanpa bukti. Kami menunggu realisasi komitmen tersebut,” ujar Amien Farid, salah seorang aktivis LSM di Blora.

Dia mengungkapkan, di setiap kali pembahasan APBD setiap tahun, Pemkab maupun DPRD selalu menegaskan komitmennya akan menetapkan APBD tepat waktu. Namun kenyataannya, penetapan APBD selalu telat.

“Bahkan APBD 2015 ditetapkan 30 Januari 2015 dan dinyatakan sebagai penetapan paling cepat di Blora selama ini,  itupun tergolong terlambat. Sebab, mendagri mengharuskan penetapan APBD dilakukan sebelum berakhirnya tahun anggaran sebelumnya atau pada bulan Desember,” kata Amin Farid.

Ahmad Solikin, peneliti dari Lembaga Penelitian dan Aplikasi Wacana (LPAW) Blora menyatakan, keterlambatan penetapan APBD yang pernah terjadi di tahun-tahun sebelumnya jangan lagi terulang. Menurutnya, dengan lambatnya penetapan APBD mengakibatkan lambanya proses pembangunan di daerah.

“Ini memengaruhi hilangnya lapangan pekerjaan yang bisa diakses masyarakat. Dari dana APBD itulah akan dikerjakan berbagai proyek pembangunan yang bakal bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, misalnya menjadi tenaga kerja di proyek tersebut,” tandasnya.

Pj Bupati Ihwan Sudrajat menuturkan akan berupaya agar penetapan APBD 2016 nanti tidak terlambat. “Pesan dari Pak Gubernur agar APBD Blora 2016 tidak terlambat,” ujarnya.

Dia menjelaskan, upaya yang antara lain akan dilakukan agar penetapan APBD 2016 tidak terlambat adalah mengintensifkan komunikasi dengan DPRD. Doktor ilmu ekonomi itu mengungkapkan, informasi awal yang ia terima tentang DPRD Blora cukup rumit dalam menetapkan anggaran ternyata tidak benar. Sebab, saat dirinya melakukan komunikasi dengan pimpinan DPRD justru sangat nyaman. (Abdul Muiz-SMNetwork | Jo-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved