Blora on News :
Home » , » Manfaatkan Bengawan Solo, Pemkab Blora Akan Bangun 3 Embung Gelontoran

Manfaatkan Bengawan Solo, Pemkab Blora Akan Bangun 3 Embung Gelontoran

infoblora.com on Sep 9, 2015 | 1:00 PM

Reni Miharti, Kepala Dintanbunakikan Blora.
BLORA. Memanfaatkan air sungai Bengawan Solo yang melimpah, Pemkab Blora melalui Dinas Pertanian Perkebunan Peternakan dan Perikanan (Dintanbunakikan) akan membangun tiga embung dengan sistem gelontoran besar. Ketiga embung itu akan dibangun di Kecamatan Cepu dan Kecamatan Jati. Ketiga embung tersebut diharapkan bisa mensuplay air untuk kepentingan irigasi pertanian di wilayah sawah tadah hujan.

“Melihat potensi gelontoran yang ada, maka ada tiga embung besar akan dibangun tahun ini. Di Kecamatan Cepu akan di bangun di dua lokasi yaitu di Desa Jipang dan Kelurahan Balun yang berada di sepanjang daerah aliran sungai bengawan solo. Sedangkan untuk Kecamatan Jati akan dibangun di Desa Jegong dengan memanfaatkan air yang ada di waduk Jegong yang sudah ada,” ujar Kepala Dintanbunakikan Blora Reni Miharti, Rabu (9/9).

Sistem gelontoran tersebut selama ini sudah banyak di gunakan oleh warga dan petani yang ada di Kecamatan Cepu, Kecamatan Kedungtuban dan Kecamatan Kradenan. Namun air yang ada langsug di alirankan di jaringan irigasi yang sudah ada. “Dengan adanya embung maka air gelontoran bisa di tampung dalam embung dahulu dan bisa mempercepat pengairan,” terangnya.

Adanya gelontoran besar tersebut tentu akan semakin dapat menambah luas lahan sawah yang bisa diairi oleh irigasi. Sehingga produktifitas padi juga akan semakin baik. Tahun ini selain gelontoran besar, juga akan di bangun gelontoran kecil yang ada di empat Kecamatan yaitu di Kecamatan Banjarejodi Desa Buluroto, Kecamatan Jepon di Desa Kemiri, Kecamatan Cepu di Kelurahan Ngroto serta Kecamatan Randublatung di Desa Plosorejo dan Kadengan.

Sebelumnya Penjabat (Pj) Bupati Blora Ihwan Sudrajat sangat terkesan dengan apa yang dilakukan oleh kelompok tani yang ada di di Blora khususnya yang ada di sepanjang bantaran sungai Bengawan Solo.

Pasalnya air sungai tersebut dimanfaatkan untuk mengairi sawah warga dengan cara mengelontorkan air sungai masuk didalam saluran irigasi yang sudah ada. Dia melihat potensi air sungai Bengawan Solo cukup besar, sehingga harus dimanfaatkan secara optimal khususnya untuk sektor pertanian. Bahkan meski saat ini sedang musim kemarau, sawah yang ada di sekitar aliran masih banyak yang tanam padi dan air juga tidak menjadi masalah.

“Saluran irigasi dan waduk atau embung untuk gelontoran air ini perlu dibangun sehingga nantinya air bisa mudah didapat dan pertanian menjadi lancar,” terang Staf Ahli Bidang Pemerintahan Gubernur Jateng ini.

Selama ini kelompok tani yang ada disepajang aliran Sungai Bengawan Solo, memang menggunakan pompa air ukuran besar untuk menyedot air lalu dimasukkan kedalam saluran irigasi yang sudah ada. Saluran itulah yang mengalir hingga kesawah-sawah milik petani. Dan itu sudah dilakukan bertahun-tahun. (gie-SMNetwork | Jo-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved