Blora on News :
Home » , , » Diduga Ada Camat Bermain Politik, Bupati Blora Peringatkan Pentingnya Netralitas

Diduga Ada Camat Bermain Politik, Bupati Blora Peringatkan Pentingnya Netralitas

infoblora.com on Sep 30, 2015 | 2:30 AM

Pj.Bupati Blora Ihwan Sudrajat (kanan) menegaskan kepada para Camat untuk hati-hati
agar tidak bermain politik praktis menjelang Pilkada 2015. (tq-gr)
BLORA. Rawannya penyalahgunaan wewenang dan fasilitas jabatan oleh para pejabat publik dan PNS menghadapi Pilkada Blora 2015 menjadi perhatian serius Pj.Bupati Blora Ihwan Sudrajat. Netralitas PNS dalam tahapan Pilkada Blora ini benar-benar ia awasi dan dijadikannya salah satu fokus kinerjanya selama menjabat jadi Pj.Bupati Blora.

Khususnya para Camat se Kabupaten Blora, Ihwan Sudrajat memberikan peringatan khusus agar para pimpinan wilayah kecamatan ini bisa benar-benar netral hingga tahapan pilkada selesai. Sebab ada kabar yang beredar bahwa beberapa Camat terlibat politik praktis melakukan dukungan kepada salah satu pasangan calon. Diduga ada Camat yang menggunakan wewenang dan fasilitas jabatannya sebagai pejabat negara untuk mendukung salah satu pasangan calon bupati dan wakil bupati.

Untuk mewujudkan netralitas Camat tersebut, Pj.Bupati secara khusus menggelar pertemuan terbatas dengan semua Camat beberapa waktu lalu di Pendopo Rumah Dinas Bupati yang tertutup dari awak media. Dalam acara itu Pj.Bupati yang merupakan staf ahli Gubernur bidang pemerintahan ini menegaskan agar Camat benar-benar netral, tidak boleh menyalahgunakan wewenang jabatan. Jika diketahui nakal, sanksinya bisa sampai pemberhentian secara tidak hormat.

“Saya paham, para Camat mempunyai hak politik untuk ikut memilih Bupati. Namun pilihan itu cukup dalam hati saja, jangan sampai berubah menjadi bentuk dukungan dengan mengikuti kegiatan kampanye sampai menggunakan wewenang jabatannya untuk mempengaruhi orang lain agar ikut mendukung calon tertentu. Itu sudah melanggar aturan netralitas PNS yang bisa diancam pemecatan,” tegas Ihwan Sudrajat.

“Mohon ini menjadi perhatian. Menteri dalam negeri (Mendagri) di sejumlah kegiatan seperti apel camat seluruh Indonesia di Batam belum lama ini dan rakor di Semarang beberapa kali menegaskan camat harus netral. Itu diulang beberapa kali. Hal ini menandakan posisi Camat sangat rawan dalam Pilkada Serentak 2015,” lanjut Ihwan.

Ia juga menjelaskan, bahwa dugaan adanya politik praktis yang dilakukan para Camat biasanya untuk kepentingan mengejar karier, menjaga posisi jabatan agar aman hingga politik balas jasa terhadap salah satu calon yang dulu pernah membantu dirinya sehingga menduduki jabatan Camat. (tio-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved