Blora on News :
Home » , » BPBD Blora Terus Ingatkan Masih Tingginya Potensi Kebakaran

BPBD Blora Terus Ingatkan Masih Tingginya Potensi Kebakaran

infoblora.com on Sep 14, 2015 | 4:00 AM

Salah satu peristiwa kebakaran yang terjadi di Blora beberapa bulan lalu. (rs-infoblora)
BLORA. Masyarakat Blora diingatkan untuk tetap mewaspadai terjadinya kebakaran. Apalagi musim kemarau hingga kini masih berlangsung bahkan mencapai puncaknya.
Hal itu ditandai dengan meningkatnya suhu atau temperatur udara serta mengeringnya pepohonan di kawasan hutan jati maupun di sekitar pemukiman warga.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora mencatat, jumlah kasus kebakaran tahun ini, mulai Januari hingga awal September sebanyak 25 kasus dengan total kerugian materi mencapai lebih dari Rp 15 miliar.

Musibah kebakaran terakhir terjadi pekan lalu yang dialami rumah rias pengantin di kawasan Kaliwangan Kelurahan Mlangsen, Kecamatan Blora. ”Kami tidak henti-hentinya mengingatkan warga untuk selalu waspada terjadinya musibah kebakaran, apalagi musim kemarau masih berlangsung cukup lama hingga November,” ujar Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Blora Sri Rahayu, kemarin.

Berdasarkan data yang dihimpun, dari 25 kasus kebakaran di Blora, 11 diantaranya disebabkan konsleting listrik. Adapun penyebab lainnya bervariasi, mulai dari perapian bediang, puntung rokok, kompor meledak, tabrakan hingga anak-anak yang bermain korek api. ”Dari data yang kami miliki, intensitas kejadian bencana di Blora setiap tahun didominasi kebakaran,” tandas Sri Rahayu.

Di tahun 2014, jumlah kasus kebakaran sebanyak 48 kejadian, 2013 sebanyak 22 kasus, tahun 2012 sebanyak 32 kasus kebakaran dan di tahun 2011 sebanyak 18 kejadian. Adapun bencana lainnya terdiri dari angin topan sebanyak satu kasus di tahun 2015 dan 12 kejadian di tahun 2014.

Sedangkan musibah tanah longsor tahun ini sebanyak delapan kejadian dan tahun lalu sebanyak empat kasus. BPBD Blora mencatat bencana banjir tahun ini sebanyak enam kejadian, 2014 satu kasus dan di tahun 2013 sebanyak tujuh kejadian.

Kasus kebakaran di tahun 2015 yang cukup menonjol adalah kebakaran yang menimpa pusat perbelanjaan Bravo di Kecamatan Cepu, Kamis dini hari (29/1) dengan kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Adapun kebakaran yang terjadi di Desa/Kecamatan Kedungtuban, Blora, Sabtu (23/5) merenggut nyawa Sri Tulus Anwar Riwai (52). Diduga korban tidak bisa menyelamatkan diri dari kepungan api. Warga sekitar selama ini mengenal korban mengalami gangguan kejiwaan sejak tahun 1983.

Kebakaran yang cukup menonjol berikutnya menghanguskan rumah milik April Suparno, Suyatno dan Lilik warga RT 05 RW 03 Kelurahan Kunduran, Kecamatan Kunduran, Kamis (25/6) dini hari. Kerugian materiil dalam peristiwa itu mencapai ratusan juta rupiah lantaran sejumlah mebel kayu jati tua ikut terbakar habis. 

Pada Sabtu (11/7) kebakaran menimpa Bus Garuda Mas jurusan Blora-Jakarta usai terlibat tabrakan dengan sepada motor di ruas jalan Blora-Kunduran KM 17 di Desa Klokah, Kecamatan Kunduran. Api diduga berasal dari gesekan bagian bawah bus dengan sepeda motor Yamaha Vixion dan aspal beton. Satu orang meninggal dalam kejadian tersebut. Korban bernama Angga Candra W(17) yang juga pengedara sepeda motor Yamaha Vixion. (Abdul Muiz-SMNetwork | Jo-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved