Blora on News :
Home » , » Laporan Awal Dana Kampanye Pilkada Blora 2015, Kusnanto-Sutrisno Tertinggi

Laporan Awal Dana Kampanye Pilkada Blora 2015, Kusnanto-Sutrisno Tertinggi

infoblora.com on Aug 28, 2015 | 2:30 PM

Pengumuman dana awal kampanye dari ketiga pasangan cabup-cawabup yang ditempel di KPU Blora.
BLORA. Tiga pasang calon bupati dan wakil bupati di Pilkada Blora telah melaporkan dana awal kampanye ke KPU. KPU Blora menindaklanjutinya dengan mengumumkan laporan awal dana kampanye (LADK) itu. Berdasarkan LADK yang diserahkan ke KPU per tanggal 26 Agustus 2015 tersebut, diketahui penerimaan dana kampanye pasangan HM Kusnanto-Sutrisno tertinggi dibanding dua pasang calon lainnya.

Pasangan calon nomor urut tiga yang diusung Partai Golkar dan Demokrat (16 kursi) itu memiliki penerimaan dana awal kampanye sebesar Rp 501 juta. Disusul berikutnya pasangan H Abu Nafi-HM Dasum Rp 174,43 juta dan pasangan H Djoko Nugroho-H Arief Rohman Rp 154,76 juta. “Itu baru laporan awal dana kampanye,” ujar Komisioner Divisi Kampanye Hukum dan Pencalonan KPU Blora M Khamdun, Jumat (28/8).

Berdasarkan LADK yang diumumkan KPU Blora, penerimaan dana kampanye pasangan HM Kusnanto-Sutrisno sebesar Rp 501 juta seluruhnya berasal dari pasangan calon. Adapun pengeluarannya telah mencapai Rp 235,15 juta sehingga saldonya sebesar Rp 264,8 juta. Sedangkan penerimaan dana kampanye pasangan H Abu Nafi-HM Dasum sebesar Rp 174,43 juta berasal dari pasangan calon Rp 20 juta dan dari partai politik atau gabungan partai politik sebesar Rp 154,43 juta.

Pasangan nomor urut satu H Abu Nafi-HM Dasum diusung PDIP dan Gerindra (10 kursi). Sedangkan pengeluaran operasi pasangan tersebut telah mencapai Rp 153,7 juta. Saldo dana kampanye Abu Nafi-Dasum sebesar Rp 19,7 juta. Sedangkan LADK pasangan Djoko Nugroho-Arief Rohman terdiri dari penerimaan sebesar Rp 154,769 juta dan pengeluaran sebesar Rp 107,76 juta sehingga saldonya sebesar Rp 47 juta. 

Penerimaan dana kampanye pasangan nomor urut dua yang diusung partai Nasdem, PKB dan Hanura (9 kursi) itu berasal dari pasangan calon Rp 50 juta dan dari partai politik atau gabungan parpol sebesar Rp 104,7 juta.

Dana kampanye setiap pasangan calon dimungkinkan bisa bertambah seiring adanya sumbangan dari pihak lain baik perseorangan maupun kelompok dan badan hukum swasta. Menurut Khamdun, sumbangan-sumbangan tersebut harus dilaporkan pula ke KPU. Laporan itu dimasukan dalam laporan kedua berupa laporan penerimaan sumbangan dana kampanye (LPSDK). “LPSDK wajib diserahkan 16 Oktober,” kata Khamdun. (Abdul Muiz-SMNetwork | Jo-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved