Blora on News :
Home » , , » Dana Desa di Kabupaten Blora Segera Cair, Sumber Kradenan Peroleh Rp 750 Juta

Dana Desa di Kabupaten Blora Segera Cair, Sumber Kradenan Peroleh Rp 750 Juta

infoblora.com on Aug 7, 2015 | 6:26 AM

Sosialisasi Kebijakan Dana Desa yang digelar Kementerian Keuangan Republik Indonesia diikuti
Bupati, BPMPKB, serta Kades se Kabupaten Blora.
BLORA. Dana untuk desa-desa di Kabupaten Blora dipastikan segera dibayarkan dalam waktu dekat ini. Kepastian tersebut dikemukakan Direktur Dana Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan RI, Putut Hari Setiaka, dalam sosialisasi kebijakan dana desa di gedung PKPRI, kemarin.

Dia mengungkapkan, sebenarnya dana desa untuk desa di Blora sudah dicairkan sebesar Rp 15 miliar pada Juni 2015. Jumlah tersebut berdasarkan anggaran dana untuk seluruh desa di Indonesia sebesar Rp 9 triliun. Menurut Putut, dalam perkembangan lebih lanjut ternyata angaran dana desa mengalami penambahan atas desakan DPR, sehingga jumlah total dana desa menjadi Rp 20 triliun.

Salah satu syarat agar dana desa itu bisa cair antara lain telah ada peraturan bupati (perbup) di setiap daerah. Dia menyatakan, di Blora telah ada perbup tersebut. Hanya saja perbup itu masih mengacu pada alokasi anggaran dana desa sebesar Rp 9 triliun. Dari Rp 9 triliun itu, Blora mendapat bagian dana desa sebesar Rp 15 miliar.

’’Kini perbupnya sudah diubah. Perubahan perbup Blora yang disesuaikan dengan perubahan dana desa sebesar Rp 20 triliun sudah dimasukan, sehingga mudahmudahan dalam waktu dekat ini dana desa untuk Blora bisa dicairkan seluruhnya,’’ tandasnya di hadapan para kepala desa yang mengikuti sosialisasi.

Selain dia, pejabat lainnya yang hadir dalam sosialiasi antara lain anggota Komisi XI DPR RI, Donny Imam Priambodo, Bupati Djoko Nugroho serta pejabat dari kementerian desa pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi. 

’’Sosialisasi ini penting. Kami di DPR RI mendorong terus agar kementerian terkait intensif melakukan sosialisasi ke daerah-daerah. Kami tidak ingin dana desa sebagai implementasi UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa justru menjadi petaka lantaran salah dalam penggunaan ataupun laporan administrasi pertanggungjawabannya,’’katanya. 

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan Keluarga Berencana (BPMPKB), Winarno melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Desa dan Kelurahan, Tumei Suharno menyatakan, pencairan dana desa akan dilakukan sekaligus.

Menurutnya, Pemkab Blora hingga kini masih menunggu pencairan dana desa setelah adanya perubahan penambahan anggaran dana desa di pusat. ’’Untuk Blora dari awalnya dana desa Rp 14 miliar menjadi Rp 74 miliar,’’ujarnya. 

Dana desa yang nantinya diterima desa jumlahnya bervariasi. Variabelnya antara lain jumlah penduduk dan luas wilayah serta indek kesulitan geografis.

Jumlah dana desa rata-rata mencapai sekitar Rp 216 juta. Selain dana desa, setiap desa juga mendapatkan alokasi dana desa (ADD). Jumlahnya pun bervariasi untuk setiap desa. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Desa Sumber, Kecamatan Kradenan tahun ini memperoleh ADD terbesar yakni Rp 750 juta.

Adapun desa yang memperoleh ADD terendah adalah Desa Ngadipurwo, Kecamatan Blora, sebesar Rp 245 juta. Menurut Tumei, pencairan 40 persen ADD sudah dilakukan di pencairan tahap pertama. 

’’Untuk pencairan ADD tahap berikutnya dilakukan setelah desa menyelesaikan surat pertanggungjawaban penggunaan ADD tahap pertama dan dan mengajukan permohonan pencairan tahap berikutnya,’’ tandasnya. (Abdul Muiz-SMNetwork | Jo-infoblora)
Share this article :

2 komentar:

Mahtub Entob said...

Srmoga saja tidak banyak yg masuk kantong.
soalnya biaya pilkades juga mahal.
biar sumber ada pembangunan. .mosok nek ora ono ppgj ora tau mbangun.

Mahtub Entob said...

Srmoga saja tidak banyak yg masuk kantong.
soalnya biaya pilkades juga mahal.
biar sumber ada pembangunan. .mosok nek ora ono ppgj ora tau mbangun.

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved