Blora on News :
Home » , » 40 Anggota TNI Yonif 410 Alugoro Blora Dijadikan Penyuluh HIV/AIDS

40 Anggota TNI Yonif 410 Alugoro Blora Dijadikan Penyuluh HIV/AIDS

infoblora.com on Aug 22, 2015 | 12:00 PM

Para anggota TNI Yonif 410 Alugoro Blora mengikuti bimbingan dari dokter Kesdam IV/Diponegoro
tentang HIV/AIDS.
BLORA. Pencegahan penyakit HIV AIDS terus digalakkan. Bukan hanya dikalangan masyarakat. Namun di lingkungan TNI juga menyiapkan kadernya untuk menjadi tenaga penyuluh. Kali ini dengan melatih 40 personel dari Batalyon 410/Alugoro dalam pelatihan peer leader HIV AIDS.

Dokter Kesdam IV/Diponegoro Letkol Ckm dr.Joko mengatakan bahwa pelatihan Peer Leader HIV AIDS kepada personel TNI bisa menjadi penyuluh kepada masyarakat . “Banyak dampak yang diberikan dari penyakit AIDS, jadi penyuluhan sangat penting untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat,” ujarnya.

Nantinya prajurit yang mengikuti pelatihan akan menjadi kader penyuluh HIV AIDS untuk anggota TNI, keluarga dan masyarakat yang selama ini menjadi binaan di lingkungan Yonif 410/Alugoro Blora.

Menurut Letkol Ckm dr.Joko, para kader penyuluh dilatih akan pencegahan, penularan tentang penyakit HIV AIDS. Juga tentang dampak sosial yang ditimbulkan dari penyakit yang paling membahayakan tersebut. Termasuk memberikan pengalaman dari orang dengan HIV AIDS (ODHA).

Saat ini penularan penyakit HIV/AIDS memang bukan monopoli dari pergaulan dan seks bebas, namun juga melalui media lain. “Dampaknya sosialnya sangat luar biasa, maka harus dicegah,” tegasnya.

“Dampak sosial, maupun efek kesehatan dari penyakit HIV AIDS inilah yang harus dipahami benar oleh masyarakat dan tugas penyuluh tidaklah mudah,” jelasnya.

Sementara itu Danyonif 410/Alugoro Blora Letkol Inf Denny Marantika melalui Wadanyonif Kapten Inf Mardiyan Surya mengatakan pencegahan terhadap penyakit HIV AIDS sangatlah penting.

Bahkan bagi keluarga besar TNI. Selama tiga hari mereka mengikuti pelatihan. Menurutnya anggota dan keluarga harus tahu terlebih dahulu. Karena benteng yang paling utama adalah dalam keluarga terlebih dahulu.

“Bagi kader yang telah dipilih mendapatkan sertifikat dari kesdam, dan nantinya wajib memberikan pengetahuan ini kepada keluarga, masyarakat dan lingkungan yang rawan akan masalah asusila,” pesannya. (gie-SMNetwork | Jo-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved