Blora on News :
Home » , , » Perhutani KPH Blora Produksi Kayu Jati 6000 Meter Kubik Usia Tanam 60 Tahun

Perhutani KPH Blora Produksi Kayu Jati 6000 Meter Kubik Usia Tanam 60 Tahun

infoblora.com on Jul 14, 2015 | 1:30 AM

Proses tebang kayu jati dengan ditarik sapi agar ebih mudah memindahkan batang pohon ke tempat
pengumpulan untuk diangkut ke truk.
BLORA. Produksi kayu jati di Perum Perhutan Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Blora mencapai 6.000 meter kubik. Jumlah tersebut paling banyak dihasilkan dari dua wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) dari enam BKPH yang ada di KPH Blora.

’’Kayu jati yang dipanen usianya sudah mencapai 60 tahun ke atas, kualitasnya cukup bagus,’’ ujar Kepala/Administratur KPH Blora, Joko Sunarto, kemarin. 

Menurutnya, yang paling banyak tebangan ada di BKPH Nglawungan dan BKPH Ngapus, di mana masih banyak pohon jati yang berusia tua. Sedangkan untuk wilayah lain cukup bervariasi. Banyak juga yang hasil tanaman baru dengan jenis jati yang baru seperti yang saat ini dikembangkan, yaitu jenis jati JPP yang kualitasnya cukup bagus.

Selain produksi kayu yang sudah siap di tebang, juga berasal dari kayu hasil penjarangan pada tanaman jati yang baru ditanam. Hasil dari tebangan tersebut lanjut Joko langsung di bawa di Tempat Penimbunan Kayu (TPK) yang ada di Kecamatan Ngawen.

Khusus jati yang baru ditanam ini, dalam pemeliharaan dan pengamanannya selalu melibatkan masyarakat sekitar melalui Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) yang ada. Dengan demikian ada kepedulian dan rasa memiliki oleh para petani hutan.

Adanya pola kemitraan itu memang efektif dalam hal pencegahan dalam pencurian hasil hutan, khususnya kayu jati. Untuk bibit jati JPP sendiri, KPH Blora setiap tahun selalu menjual di KPH lain karena memiliki kebun pembibitan sendiri dan kualitasnya cukup bagus. ’’Khusus plances bibit jati unggul setahun bisa mengahasilkan 1,5 juta batang,’’ jelasnya. 

Ada yang ditebang dan ada yang ditanam, untuk tahun ini pohon jati yang akan ditanam seluas 157,7 hektare. Dengan demikian keberadaan hutan akan tetap terjaga dengan baik.

Saat ini pihaknya bersama dengan aparat dati TNI dan Polri terus melakukan pengamanan hutan khususnya di daerah perbatasaan. Yang rawan akan pencurian terlebih saat ini menjelang Lebaran. Perbatasan yang terus dipantau antara yang masuk di Kabupaten Blora dan Kabupaten Pati serta Rembang. ’’Hingga saat ini tercatat aksi pencurian kayu ada 170 kasus. Pencurian di hutan yang ada di perbatasan memang menjadi perhatian,” katanya. (gie-SMNetwork | Jo-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved