Blora on News :
Home » , » Pemkab Blora Kecewa Pengelolaan 282 Sumur Minyak Tua Diserahkan Paguyuban

Pemkab Blora Kecewa Pengelolaan 282 Sumur Minyak Tua Diserahkan Paguyuban

infoblora.com on Jul 9, 2015 | 6:21 AM

Salah satu sumur minyak tua eks Kokaptraya yang hingga kini pengelolaannya masih dikehendaki Pemkab.
BLORA. Pemkab Blora kecewa karena Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) memberikan izin pengelolaan sumur minyak eks Kokaptraya kepada paguyuban penambang. Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Blora, Setyo Edy menilai 282 sumur minyak yang pernah dikelola Koperasi Koperasi Karyawan Pertamina Patra Karya (Kokaptraya) Pertamina EPCepu itu masuk kategori sumur tua.

Dengan demikian, menurutnya, sesuai ketentuan Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 1 tahun 2008, pihak yang berhak mengelola sumur minyak tua adalah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atau Koperasi Unit Desa (KUD). ’’Paguyuban penambang tidak berhak mengusahakan sumur minyak tua,’’ujarnya, kemarin. 

Setyo Edy khawatir kehadiran paguyuban penambang itu justru akan menimbulkan perpecahan di kalangan penambang minyak tradisional yang sudah puluhan tahun mengusahakan produksi minyak dari sumur tua di Blora. ’’Jangan sampai niatnya menyelesaikan masalah justru menimbulkan masalah baru jangan lebih rumit,’’ tandasnya.

Dia mengaku, tidak pernah diajak berembuk oleh Pertamina EP untuk membicarakan persoalan sumur minyak tua eks Kokaptraya. Padahal jika terjadi persoalan yang pelik, Dinas ESDM akan menjadi jujukan masyarakat atau pihak lainnya untuk mengadukan permasalahan tersebut. ’’Kami tidak tahu paguyuban penambang itu terdiri atas siapa saja dan legalitasnya seperti apa,’’ katanya. 

Dia menegaskan, akan tetap berjuang agar sumur eks Kokaptraya itu bisa dikelola BUMD maupun KUD. ’’Berapa pun sumur nantinya yang bisa dikelola BUMD, tentu kami sangat bersyukur. Pengajuan kami sudah cukup lama mulai 2012,’’tandasnya.

Tuntutan agar sumur minyak tua eks Kokaptraya dikelola BUMD dan KUD disuarakan pula Forum Peduli Blora Sejahtera (Forpbes). Para aktivis meminta Permen ESDM Nomor 1 tahun 2008 ditaati.

Sementara itu, Legal and Relations Pertamina EP Asset 4, Sigit Dwi Aryono mengemukakan, Pertamina menggandeng dua paguyuban penambang untuk turut serta dalam pengelolaan sumur eks Kokaptraya. Paguyuban Makmur Abadi untuk wilayah Semanggi Kecamatan Jiken serta Paguyuban Sumur Agung untuk wilayah Ledok Kecamatan Sambong.

’’Penyerahan sumur-sumur tersebut kepada paguyuban telah dilakukan pada 15 Juni lalu bersamaan dengan diserahkannya sumur tua di Wonocolo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur kepada paguyuban setempat,’’tandasnya.

Pihaknya mengaku juga telah melakukan sosialisasi kepada kedua paguyuban penambang dan perwakilan penambang. Adapun batas waktu pengelolaan ditetapkan selama enam bulan atau sampai dengan Desember 2015. ’’Itu untuk evaluasi kinerja selama enam bulan,’’katanya. (Abdul Muiz-SMNetwork | Jo-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved