Blora on News :
Home » , » Maju Pilkada Harus Mundur dari Jabatan, Kusnanto dan Dasum Tetap Lanjut

Maju Pilkada Harus Mundur dari Jabatan, Kusnanto dan Dasum Tetap Lanjut

infoblora.com on Jul 10, 2015 | 1:30 AM

Maulana Kusnanto dan Dasum, wakil ketua DPRD Blora keduanya siap mundur dari jabatan dan terus maju dalam
Pilkada Blora 2015.
BLORA. Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengharuskan anggota DPRD mengundurkan diri dari jabatannya ketika ditetapkan sebagai peserta pilkada, tidak membuat gentar Wakil Ketua DPRD Blora, Maulana Kusnanto dan Dasum. Keduanya menegaskan akan tetap maju mengikuti pilkada. ’’Maju terus, pantang mundur,’’ tegas Kusnanto, kemarin. 

Pernyataan senada dikemukakan pula Dasum. ’’Bendera sudah dikibarkan, pantang untuk diturunkan,’’katanya. Adapun Ketua DPRD Bambang Susilo hingga berita ini ditulis belum memberikan pernyataan jelas. Dihubungi lewat telepon tidak diangkat, di-SMS tidak dibalas. 

Putusan MK dalam sidangnya Rabu (8/7) diperkirakan bakal mengubah peta perpolitikan calon bupati dan wakil bupati di pilkada. Sebab, selama ini banyak anggota ataupun pimpinan DPRD di sejumlah wilayah berniat mencalonkan diri sebagai calon bupati maupun wakil bupati. Itu karena pencalonan mereka sebelumnya tanpa harus mundur permanen sebagai anggota DPRD dan cukup memberitahukan ke pimpinan DPRD.

Namun seiring putusan MK yang mengharuskan anggota DPRD mundur dari jabatannya, para anggota DPRD pun akan berpikir dua kali. Apakah tetap maju dalam pilkada dan mundur sebagai anggota DPRD atau memilih urung mengikuti pilkada dan tetap duduk di kursi DPRD.

Maulana Kusnanto yang juga ketua DPD Golkar Blora versi Agung Laksano selama ini telah berniat maju sebagai calon bupati. Bahkan jauh-jauh hari, Kusnanto yang juga sekretaris DPD Golkar Blora versi Abu Rizal Bakrie telah menyiapkan diri. Salah satunya intensif blusukan ke desa-desa.

Adapun Dasum, namanya baru mencuat dua pekan terakhir. Pria yang sehari-hari menjadi ketua DPC PDIP Blora itu dicalonkan partainya untuk mendampingi calon bupati Abu Nafi. Padahal sebelumnya Dasum tidak mengikuti penjaringan calon bupati maupun wakil bupati melalui PDIP.

Rekomendasi dari DPP PDIP pun dikabarkan turun untuk pasangan Abu Nafi- Dasum. Tak hanya dicalonkan oleh PDIP, pasangan Abu Nafi-Dasum juga dicalonkan oleh Partai Gerindra. Koalisi PDIP-Gerindra yang memperoleh masing-masing enam dan empat kursi di DPRD Blora, sudah cukup untuk mengantarkan Abu- Nafi mendaftar ke KPU. Abu Nafi- Dasum juga mendapat dukungan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Abu Nafi yang menjabat wakil bupati Blora adalah ketua PPP Blora. ’’Insya Allah Pak Dasum tetap maju sebagai calon wakil bupati di Pilkada Blora mendampingi saya,’’ kata Abu Nafi menyikapi putusan MK tersebut.

Sedangkan ketua DPRD Blora, Bambang Susilo mengikuti penjaringan calon bupati di Partai Demokrat. Politisi dari Kecamatan Kunduran itu sehari-hari adalah ketua Partai Demokrat Blora. Dengan memperoleh delapan kursi di DPRD, Partai Demokrat hanya membuka penjaringan untuk calon bupati.

Sedangkan calon wakil bupati ditentukan bersama partai yang akan berkoalisi dengan Partai Demokrat. Selain ketiga orang itu, masih ada lagi anggota DPRD yang akan maju dalam pilkada. Dia adalah Arif Rochman. Anggota DPRD Jateng dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut berpasangan dengan bupati incumbent Djoko Nugroho.

Pasangan ini telah mendapatkan rekomendasi dari Partai Nasional Demokrat (Nasdem). Arif Rochman menyatakan menyerahkan keputusan pencalonan dirinya sebagi calon wakil bupati kepada partainya, setelah muncul putusan MK tersebut. ’’Kalau partai saya (PKB-red) memerintahkan saya maju terus di pilkada, saya pun siap menjalankan perintah tersebut,’’tandasnya. (Abdul Muiz-SMNetwork | Jo-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved