Blora on News :
Home » , » Beredar Kabar Abu Nafi dan Dasum Peroleh Rekomendasi DPP PDIP Maju Pilkada

Beredar Kabar Abu Nafi dan Dasum Peroleh Rekomendasi DPP PDIP Maju Pilkada

infoblora.com on Jul 1, 2015 | 2:00 AM

Abu Nafi saat mendaftar sebagai bakal calon bupati di PDI Perjuangan diterima oleh Ketua DPC PDIP Blora, Dasum.
BLORA. Rekomendasi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan bagi pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati di Pilkada Blora hingga kini belum turun. Namun santer beredar kabar DPP akan memberikan rekomendasi kepada Abu Nafi yang juga wakil bupati Blora petahana sebagai bakal calon bupati. Dia dipasangkan dengan Dasum yang juga ketua DPC PDIP Blora sebagai bakal calon wakil bupati.

‘’Kami hanya bisa menegaskan hingga kini rekomendasi DPP PDIP untuk Pilkada Blora belum keluar. Siapa yang akan mendapatkan rekomendasi, semuanya serba mungkin,’’tegas Ketua DPC PDIP Blora Dasum, kemarin.

Dia mengakui, rekomendasi DPP PDIP bagi pasangan calon di sejumlah kabupaten dan kota di Jateng yang akan menggelar Pilkada tahun ini sudah ada yang turun. Hanya saja Dasum memperkirakan surat rekomendasi untuk Blora tidak lama lagi turun. Sebab, masa pendaftaran pasangan calon bupati dan wakil bupati di Pilkada semakin dekat, 26-28 Juli. ‘’Paling tidak di pekan kedua Juli rekomendasinya sudah ada,’’ tandas politisi dari Kecamatan Kedungtuban ini. 

Dasum menjelaskan, tim dari DPP PDIP telah melakukan survei elektabilitas bakal calon bupati di Blora yang mengikuti penjaringan di PDIP. Namun hasil survei itu bukan satu-satunya dasar untuk menentukan siapa bakal calon yang akan mendapatkan rekomendasi kelak. 

Menurut Dasum, DPP PDIP meminta DPC memberikan masukan analisa setiap bakal calon. Hasil survey dan analisa itu menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan rekomendasi. ‘’Dalam analisa itu kami paparkan kelebihan maupun kelemahan setiap bakal calon yang telah mendaftar mengikuti penjaringan di PDIP,’’ kata Dasum.

Ada lima bakal calon bupati yang mengikuti penjaringan di partai yang meraih enam kursi di DPRD Blora itu. Yakni bupati incumbent Djoko Nugroho, Wakil Bupati Abu Nafi, pengusaha asal Blora yang berdomisi di Jakarta Kusnan, serta Suwarno tokoh masyarakat dari Kecamatan Cepu dan Gunawan S Pardji (pegawai Kementerian Keuangan RI). 

Sedangkan dua bakal calon wakil bupati yang mengikuti penjaringan adalah Dwi Astutiningsih dan Kartini. Kartini adalah istri dari Dasum. Namun Kartini tidak melanjutkan keikutsertaannya dalam proses penjaringan. 

‘’Namun kami menegaskan, bisa saja rekomendasi itu bukan diberikan kepada mereka yang telah mendaftar penjaringan. Sebab, tidak ada keharusan peserta penjaringan nantinya akan mendapatkan rekomendasi. DPP akan melihat situasi dan kondisinya di Blora seperti apa. Dari situlah akan muncul kebijakan terkait rekomendasi itu,’’katanya.

Dasum menegaskan, pihaknya telah memberikan masukan kepada DPP PDIP agar dalam rekomendasi kelak terdapat satu orang kader PDIP. Karena itu, menurut dia, dalam rekomendasi kelak akan ada kader PDIP Blora yang dipasangkan dengan bakal calon lainya. Dengan berbagai penjelasan Dasum tersebut, isu rekomendasi DPP PDIP akan jatuh ke pasangan Abu Nafi-Dasum seperti mendapat dasar kuat.

Abu Nafi telah mendaftar dalam penjaringan di PDIP. Sedangkan Dasum tidak mengikuti penjaringan. Dasum juga merupakan kader tulen PDIP Blora. Namun sekali lagi Dasum menegaskan rekomendasi DPP hingga saat ini belum keluar. ‘’Sehingga belum diketahui siap yang akan mendapatkan rekomendasi,’’tegasnya.

Di tempat terpisah, Abu Nafi tidak menampik adanya kabar di masyarakat yang menyebut dirinya akan berpasangan dengan Dasum sesuai rekomendasi dari PDIP. ‘’Itu hanya isu saja. Sebab, setahu saya sampai saat ini rekomendasi DPP PDIP untuk Pilkada Blora belum keluar. Tapi seandainya rekomendasi DPP PDIP ternyata sesuai dengan isu tersebut, ya saya Alhamdulillah,’’ kata ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Blora tersebut. 

Abu Nafi mengungkapkan, ia bersama para pendaftar penjaringan di PDIP Blora telah mengikuti seluruh proses penjaringan tersebut. Dia pun menegaskan belum pernah diundang secara khusus di DPP PDIP di Jakarta selama berlangsung proses penjaringan. ‘’Penjaringan saya dengan pendaftar lainnya sama,’’ tutur mantan ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Blora ini. (Abdul Muiz-SMNetwork | Jo-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved