Blora on News :
Home » , » Baru SMAN 1 Blora & SMAN 1 Cepu yang Menerapkan 5 Hari KBM Dalam Seminggu

Baru SMAN 1 Blora & SMAN 1 Cepu yang Menerapkan 5 Hari KBM Dalam Seminggu

infoblora.com on Jul 27, 2015 | 7:30 AM

Salah satu kegiatan KBM di SMAN 1 Blora. Mulai tahun ajaran baru ini SMAN 1 Blora dan SMAN 1 Cepu
melaksanakan kebijakan 5 hari belajar dalam seminggu.
BLORA. Mengawali tahun ajaran baru 2015-2016 yang dimulai pada 27 Juli 2015, ada yang berbeda di dua sekolah menengah atas (SMA) Kabupaten Blora. Yakni SMAN 1 Blora dan SMAN 1 Cepu, kedua sekolah ini mulai tahun ajaran baru dijadikan percontohan penerapan kebijakan lima hari belajar dalam seminggu.

Untuk diketahui kebijakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) 5 hari dalam seminggu ini merupakan anjuran dari Gubernur Jawa Tengah melalui Dinas Pendidikan Provinsi Jateng dengan maksud meningkatkan kualitas pendidikan. Semua sekolah jenjang SMA dan SMK sederajat dianjurkan melaksanakan pembelajaran 5 hari dalam seminggu.

“Guru harus semakin kreatif dalam pembelajaran, jangan terlalu banyak memberikan PR sehingga siswa jenuh. Di sekolah dan dirumah tidak ada bedanya karena kebanyakan tugas. Beri mereka waktu untuk berkumpul santai bersama keluarga di akhir pekan karena disitulah nilai-nilai budi pekerti dari orang tua ditanamkan,” kata Ganjar seperti dikutip dari merdeka.com.

Namun di Kabupaten Blora belum semua sekolah SMA-SMK siap melaksanakan kebijakan tersebut, sehingga Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Blora hanya menyiapkan 2 sekolah yang dijadikan percontohan, yakni SMAN 1 Blora dan SMAN 1 Cepu.

“Kebijakan lima hari belajar dalam seminggu baru kami terapkan di dua sekolah sebagai percontohan karena semua sekolah belum siap. Sementara baru SMAN 1 Blora dan SMAN 1 Cepu yang melaksanakannya. Untuk SMK belum ada, sehingga SMK masih 6 hari belajar,” kata Ahmad Wardoyo, kepala Dindikpora Blora.

Adanya kebijakan ini pun ditanggapi beragam oleh para siswa di SMAN 1 Blora dan SMAN 1 Cepu yang sekolahnya dijadikan percontohan sekolah 5 hari. Seperti yang diungkapkan Deni salah satu siswa SMAN 1 Blora, ia senang jika sekolah hanya 5 hari dalam seminggu karena liburnya jadi dua hari (Sabtu-Minggu). “Enak mas kalau hanya masuk 5 hari sehingga bisa menambah waktu libur dan berkumpul keluarga, terlebih buat temen-temen yang ngekost karena rumahnya jauh,” kata Deni.

Sementara itu, Adit siswa SMAN 1 Cepu justru kurang setuju dengan kebijakan lima hari sekolah ini. “Saya kurang setuju, karena kalau 5 hari sekolah dalam seminggu itu pulangnya lebih sore. Padahal kalau hari biasa saja jam 14:00 pulang rasanya sudah ngantuk dan capek. Apalagi kalau pulang sampai sore, pasti gak bisa konsentrasi belajar,” bebernya.

Dengan situasi seperti ini ternyata kebijakan ini masih menjadi pro-kontra di kalangan pelajar. Pemerintah diimbau terus melakukan evaluasi secara berkala tentang pelaksanaan kebijakan 5 hari sekolah agar kedepan semakin dibenahi teknis opersionalnya sehingga dapat diterima semua pihak. (rs-infoblora)
Share this article :

1 komentar:

jenderal hacker said...

Kalau ingin menerapkan 5 hari sekolah dalam seminggu, lebih baik diterapkan disemua sekolah jangan hanya 2 sekolah saja, hal tersebut bisa saja membuat siswa lain iri dengan siswa lainnya karena libur 2 hari dalam seminggu.

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved