Blora on News :
Home » , » Ribuan Hektare Tanaman Padi MT-II di Kabupaten Blora Mengalami Puso

Ribuan Hektare Tanaman Padi MT-II di Kabupaten Blora Mengalami Puso

infoblora.com on Jun 27, 2015 | 10:30 AM

Salah satu bidang sawah yang mengering, tanaman yang seharusnya mulai mengeluarkan bulir beras justru mati dan tanahnya merekah kekeringan.
BLORA. Dampak musim kemarau yang telah tiba mulai dirasakan masyarakat Kabupaten Blora. Tidak hanya berpengaruh pada air sumur yang semakin menyusut, namun di aspek pertanian pun banyak dampak kekeringan yang terasa.

Banyak petani di Kabupaten Blora yang mengalami gagal panen di musim tanam kedua (MT-II) kali ini, pasalnya tanaman padi usia 2 bulan yang mestinya mulai mengeluarkan bulir biji beras justru mengering dan mati atau puso lantaran tidak adanya air untuk mengairi sawah.

Hal ini dapat kita jumpai di areal persawahan tadah hujan di kecamatan Ngawen, Tunjungan, Kunduran, Banjarejo, Sambong hingga Jepon. Banyak dari mereka terpaksa memanen dini tanaman padinya untuk pakan ternak.

“Daripada saya biarkan mengering di sawah ya lebih baik saya panen untuk pakan ternak sapi di rumah. Kerugian bisa mencapai jutaan karena semua benih padi tak berhasil ditanam,” kata Suparjo, salah satu petani Desa Buluroto Kecamatan Banjarejo, Sabtu (27/6).

Karena tanaman padi banyak yang gagal, banyak petani yang beralih untuk menanam jagung yang lebih sedikit membutuhkan air. “Ini banyak yang mengganti tanaman padinya dengan jagung mas. Sebagian membuat tanaman tumpang sari jagung dan kedelai saat kemarau ini,” lanjut Suparjo.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Perkebunan Peternakan dan Perikanan (Dintanbunakikan) Kabupaten Blora, Reni Miharti saat dihubungi terpisah membenarkan bahwa pada musim tanam II tahun ini memang banyak yang mengalami puso atau mati mengering.

“Berdasarkan data yang masuk, ada 3.400 hektar tanaman padi mengalami  kekeringan. Jumlah tersebut akan bertambah luas, terutama lahan tanaman yang jauh dari cadangan air, seperti  sungai, embung, dan irigasi teknis,” kata Reni Miharti.

“Meskipun tahun ini banyak yang puso, namun tingkat  produksi beras (pangan) di  Kabupaten Blora tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya. Karena hasil panen masa tanam pertama (MT-I) yang  relatif bagus, juga akibat program perluasan lahan sawah meningkat lebih luas,” tambah Reni Miharti. (rs-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved