Blora on News :
Home » , » Polres Blora Gagalkan Penyelundupan 1.152 Liter Minyak Mentah Ilegal ke Kudus

Polres Blora Gagalkan Penyelundupan 1.152 Liter Minyak Mentah Ilegal ke Kudus

infoblora.com on Jun 11, 2015 | 3:00 AM


Mobil pick up Grand Max pengangkut minyak mentah ilegal dimankan di halaman belakang Mapolres Blora.

BLORA. Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Blora kembali berhasil menggagalkan upaya penyelundupan minyak mentah ilegal. Sebanyak 1.152 liter minyak mentah yang diketahui berasal dari penambangan tradisional Kedewan, Bojonegoro, Jatim diamankan petugas saat hendak dibawa ke Kudus. 

Penangkapan minyak tanpa dokumen resmi ini terjadi di jalan Cepu-Blora. Tepatnya di depan Mapolres Blora. Kapolres Blora, AKBP Dwi Indra Maulana melalui Kasat Reskrim AKP Asnanto mengatakan, penangkapan berawal dari laporan masyarakat. 

Saat itu, petugas mendapatkan informasi ada kendaraan jenis pick up Grand Max yang mengangkut minyak mentah dari arah timur (Cepu) menuju barat (Blora). ”Minyak-minyak tersebut berada dalam 36 jerigen dengan kapasitas masing-masing 32 liter, lalu ditutup terpal,” jelas Kasat Reskrim, Rabu (10/6), kemarin.

AKP Asnanto mengemukakan, dua orang ikut diamankan dalam penangkapan ini. Yaitu sopir pick up Sutiono Irawan (30) dan kenek, Sutikno (22). Keduanya warga Desa Hargomulyo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, Jatim. Keduanya diamankan bersama 1.152 liter minyak mentah yang mereka bawa serta mobil Grand Max dengan nomor polisi S 9617 AB. Kini, mereka telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Menurut pengakuan kedua tersangka, minyak mentah tersebut sudah ada yang memesan dan rencananya akan dijual secara eceran di wilayah Kabupaten Kudus. Akibat perbuatannya, mereka dijerat Pasal 23 ayat 2 huruf b juncto pasal 53 huruf b Undang-undang Nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (Migas). 

”Karena ancaman hukumannya empat tahun, tersangka tidak kita tahan dan hanya diwajibkan lapor setiap hari Senin dan Kamis,” jelas Asnanto.

Lebih lanjut Kasat Reskrim mengungkapkan, hingga saat ini, pihaknya masih melakukan penyelidikan dan pendalaman. Di antaranya mengajukan permohonan saksi ahli dari PT. Pertamina EP Asset 4 Field Cepu untuk mengetahui nilai minyak mentah yang hendak diselundupkan. 

”Permohonan untuk saksi ahli sudah kita kirimkan. Kasus penyelundupan minyak mentah ini adalah kesekian kalinya yang berhasil kita ungkap,” tambah AKP Asnanto. (ud-SMNetwork | Jo-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved