Blora on News :
Home » , » Petugas Gabungan Kantongi Satu Nama Pengroyok 4 Polhut di Hutan KPH Cepu

Petugas Gabungan Kantongi Satu Nama Pengroyok 4 Polhut di Hutan KPH Cepu

infoblora.com on Jun 5, 2015 | 12:00 AM

Petugas Polres Blora setelah melakukan identifikasi dan penyelidikan akhirnya mengantongi satu nama dari 30 pelaku pengeroyokan petugas polhut, akhir Mei lalu.
BLORA. Petugas gabungan dari Polres Blora dan Perhutani KPH Cepu kantongi satu nama dalam kasus pengeroyokan terhadap empat petugas Perhutani oleh kawanan pencuri kayu yang berjumlah 30 orang pada 25 Mei 2015 lalu.

Berbekal satu nama itu aparat gabungan tersebut terus melakukan penyelidikan dan dugaan sementara kawanan pencuri kayu jati tersebut berasal dari luar Blora.

Menurut Koordinator Keamanan yang juga Waka ADM KPH Cepu, Agus Kusnandar, sejak peristiwa itu, dia bersama timnya ikut melakukan penyelidikan. Dari penyelidikan akhirnya pihaknya telah menyerahkan salah satu nama pencuri yang sempat dikenali para polter pada saat pengeroyokan berlangsung, ke tim penyidik Polres Blora.

Diharapkan dengan dikenalinya salah satu tersangka bisa dijadikan sebagai petunjuk awal. ’’Dari satu nama yang sudah kami serahkan ke tim penyidik Polres, dugaan kami kawanan pencuri berasal dari luar Blora,’’ jelas Agus Kusnandar.

Sebagaimana diketahui, Senin (25/5) lalu sekitar pukul 01.30 WIB, di petak 5014 KRPH Nanas, BKPH Nanas, KPH Cepu, telah terjadi pengeroyokan terhadap empat petugas Perhutani Cepu oleh kawanan pencuri kayu yang diperkirakan berjumlah 30 orang. Para petugas Perhutani itu masing-masing, KRPH Nanas, Tugiyo dan tiga polisi teritorial (polter) BKPH Nanas, yakni Harno, Marjito dan Slamet.

Kawanan pencuri kayu berjumlah kurang lebih 30 orang dan bersenjata tajam tersebut sempat memukul pelipis kepala KRPH Nanas Tugiyo hingga terluka. Sementara itu, seluruh Asper KPH Cepu berikut KRPH, Polter dan juga Polmob KPH Cepu, Kamis (4/6) kemarin dikumpulkan di halaman BKPH Cabak untuk menerima pengarahan dari Polres Blora.

Materi pengarahan adalah bagaimana cara penanganan tindakan pertama tempat kejadian perkara (TPTKP). Di acara itu sekaligus sebagai ajang koordinasi pengamanan hutan antara Perhutani dengan pihak kepolisian. Pengarahan tersebut digelar sehubungan, bdi kawasan hutan KPH Cepu akhir-akhir ini sering terjadi pencurian kayu jati dengan berbagai macam modus.

Di antaranya kayu jati curian di pendam dalam tanah, mengangkut kayu bakar diselipi kayu gelondong untuk mengelabuhi petugas, mencuri kayu jati pada malam hari menggunakan truk. Untuk pelaku, disinyalir tidak saja dari Blora, melainkan juga datang dari luar wilayah Kabupaten Blora.

Terpisah Kapolres Blora, AKBP Dwi Indra Maulana melalui Kasat Reskrim Polres Blora AKPAsnanto ketika dikonfirmasi menyatakan bahwa hingga saat ini kasus pengeroyokan tersebut masih dalam penyelidikan untuk pengembangan kasus. (ud-SMNetwork | Jo-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved