Blora on News :
Home » , » Petani Hutan KPH Randublatung Keluhkan Serangan Celeng di Lahan Jagung

Petani Hutan KPH Randublatung Keluhkan Serangan Celeng di Lahan Jagung

infoblora.com on Jun 1, 2015 | 1:00 AM

Pihak Perhutani KPH Randublatung melakukan cek lapangan terkait laporan pengrusakan lahan jagung petani hutan oleh segerombolan celeng (babi hutan).
BLORA. Tanaman jagung petani di lahan hutan Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Perhutani Randublatung, Blora, diserang celeng atau babi hutan. ‘’Saya pernah menjumpai celeng itu di hutan. Sebagian besar memang masih kecil. Celeng-celeng itu menyerang tanaman jagung yang sudah siap panen,’’ ujar Basir, salah seorang petani hutan, Minggu (31/5) kemarin.

Warga Desa Klopoduwur tersebut mengungkapkan, tanaman jagung miliknya menjadi sasaran pertama kawanan celeng. Itu terjadi karena tanaman jagung tersebut satu-satunya yang siap panen. Sedangkan tanaman jagung lainnya masih belum berbuah. Menurutnya, kerugian akibat serangan celeng pada lahan jagung yang ditanaminya mencapai sekitar enam kuintal.

Keluhan yang sama disampaikan oleh Sumo. Dia mengungkapkan, sejak celeng menyerang lahan hutan yang ditanami ketela dan jagung, dia terpaksa harus tidur di lahan hutan.

‘’Kami sediakan kentongan peralatan pengusir lainnya. Kami ya tidur di lahan hutan. Tapi namanya celeng tidak serta merta datang, sepertinya mencari lengah, saya pernah ketiduran, tiba-tiba ketika bangun sudah dua puluh batang tanaman jagung dirusak,’’ kata Sumo.

Diperoleh informasi, beberapa lahan pertanian hutan yang diserang celeng yakni kawasan Kembang Tanjung, Ngodo dan Jurang jero. 
Agar tanaman jagung yang diserang tidak bertambah banyak, petani penggarap pun melakukan antisipasi dengan ronda(kemit) pada malam hari.

Basir salah seorang petani yang tanaman jagungnya dirusak kawanan celeng mengungkapkan, dia bersama sejumlah petani lainnya harus kemit agar tidak terlalu banyak mengalami kerugian akibat tanaman jagung diserang celeng. 

Menurutnya, kerugian akibat serangan celeng pada lahan jagung yang ditanaminya mencapai sekitar enam kuintal. “Kami terpaksa ronda di hutan, menjaga agar tanaman jagung tidak dirusak celeng,” ujarnya.

Sumo petani lainnya, menuturkan hal senada. Dia mengungkapkan, tidak hanya jagung, kawanan celeng juga merusak tanaman ketela. Mereka berharap pihak Perhutani dan pemerintah kabupaten bisa membantu mencegah serangan babi hutan. (Abdul Muiz-SMNetwork | Tio-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved