Blora on News :
Home » , » Perhutani Region Jateng Nilai Pengelolaan Hutan Lestari di Ngliron KPH Randublatung

Perhutani Region Jateng Nilai Pengelolaan Hutan Lestari di Ngliron KPH Randublatung

infoblora.com on Jun 5, 2015 | 3:00 PM

Penilaian hutan lestari oleh Perhutani Region Jateng di Ngliron KPH Randublatung. (foto-ilustrasi)
BLORA. Tim dari Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah menilai pengelolaan hutan lestari (wana lestari) di wilayah Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Randublatung, kemarin. Perhutani KPH Randublatung menunjuk Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan Ngliron dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Sidodadi Mulya Desa Ngliron Kecamatan Randublatung dalam penilaian tersebut.

Kepala Biro Perlindungan Sumber Daya Hutan dan Kelola Sosial Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah, Imam Fuji Raharjo, diwakili Kepala Seksi Kelembagaan, Sukoyo mengemukakan, beberapa aspek dinilai oleh tim. Selain kelestarian lingkungan, hal lain yang turut dinilai adalah peran serta masyarakat LMDH dalam pelestarian hutan. 

’’Intinya memang pada kelestarian hutan. Bagaimana hutan itu bisa lestari, aspek masyarakat ikut berperan,’’ujarnya di sela sela penilaian wana lestari yang dilakukan di KPH Randublatung.

Ditambahkan bahwa ada beberapa poin yang dinilai secara terpisah. Perhutani dinilai secara kelembagaan yang menyangkut kegiatan reboisasi, rehabilitasi hutan lindung serta daerah aliran sungai yang ada dalam wilayah kerjanya. 

Menurutnya, secara tersistem Perhutani telah melakukan pengelolaan pada kawasan hutan lindung tetap maupun hutan alam sekunder serta kawasan perlindungan setempat.
Di kedua kawasan tersebut tidak diperkenankan adanya kegiatan produksi (tebangan). 

Untuk kegiatan yang dilakukan masyarakat dalam hal ini LMDH, yang dinilai adalah sejauh mana keterlibatan aktif mereka dalam upaya pelestarian hutan yang menjadi tanggung jawabnya dalan sistem Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM), baik kegiatan yang dilakukan dalam kawasan hutan maupun luar kawasan hutan.

’’Mengapa dilakukan juga penilaian terhadap LMDH, hal tersebut untuk memacu dan memotivasi masyarakat agar berperan dalam ikut melestarikan hutan secara berkelanjutan, karena mereka (LMDH) juga mendapatkan sharing produksi dari Perhutani melalui sistim PHBM,’’ kata Sukoyo.

Humas Perhutani Randublatung Andan Subiyantoro menambahkan, proses perubahan pembangunan kehutanan yang semula berorientasi pada hasil kayu (timber based forest management) sekarang berubah menjadi pengelolaan hutan berbasis kemasyarakatan (community based forest management).

’’Dalam pengelolaan tersebut masyarakat dilibatkan secara langsung untuk ikut mengelola potensi sumber daya hutan melalui LMDH yang telah bekerja sama dengan Perhutani melalui sistem PHBM,’’tandasnya.


Dia menegaskan, proses tersebut selama ini sudah diterapkan di Perhutani Randublatung. Andan Subiyantoro menyakini, apa yang dilakukan Perhutani Randublatung bersama LMDH itu bisa menjadi contoh bagi daerah-daerah lainnya. ’’Sebab PHBM di Randublatung dinilai berhasil,’’katanya. (Abdul Muiz-SMNetwork | Jo-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved