Blora on News :
Home » , » Perhutani Hadapi Bahaya Pencurian Kayu dan Pengroyokan Petugas Patroli Hutan

Perhutani Hadapi Bahaya Pencurian Kayu dan Pengroyokan Petugas Patroli Hutan

infoblora.com on Jun 10, 2015 | 2:30 AM

Petugas Perhutani dan Polres Blora telah beberapa kali menangkap para pencuri kayu di hutan KPH Cepu, Randublatung maupun Blora.
BLORA. Selain dihadapkan dengan modus pencurian kayu jati yang belakangan ini semakin bervariasi, tampaknya jajaran Perhutani (khususnya di Blora) perlu dan harus mencari tindakan antisipasi dalam rangka melindungi petugas lapangannya dalam mengamankan aset negara, atas ancaman pengeroyokan yang dilakukan kawanan pencuri kayu jati. Jika tidak, bisa-bisa petugas keamanan tersebut akan terancam jiwanya.

Pengalaman yang mungkin menjadi pengalaman berharga adalah, baru-baru ini,tepatnya Senin (25/5) dini hari lalu, sekitar pukul 01.30, empat petugas Perhutani KPH Cepu, yakni Mantri KRPH Nanas, Tugiyo dan 3 orang Polisi Teretorial (Polter) BKPH Nanas, Harno, Latip Marjito dan Slamet, menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan sekitar 30 orang kawanan pencuri kayu jati, di hutan petak 5014 KRPH Nanas.

Tidak sampai timbul korban jiwa memang, hanya jika kejadian itu tidak segera disikapi dengan tegas, dan mencari formula antisipasi, bisa-bisa tindakan pencuri kayu jati ke depan akan semakin brutal.

Kejadian pengeroyokan itu berawal, ketika KRPH Nanas, Tugiyo bersama Harno melakukan patroli hutan dan memergoki pencuri kayu jati tengah menebang dan mengolah kayu jati di petak 5014 KRPH Nanas.

Tugiyo segera menghubungi Polter Marjito dan Slamet, untuk membantu melakukan pengecekan di lokasi pencurian. Saat dilakukan pengecekan ternyata benar, yakni dijumpai sekawanan pencuri yang sedang memikul kayu jati yang baru saja selesai dibentuk persegi empat dengan ukuran masing masing 20 cm X 20 cm x 250 cm, 30 cm x 30 cm x250 cm dan 35 cm x 35 cm x 250 cm.

Melihat kejadian itu, Marjito dan Slamet segera melakukan penghadangan dan pencuri berusaha kabur. Hanya saja, ketika sekawanan pencuri yang jumlahnya kurang lebih 30 orang itu mengetahui bahwa yang menghadang hanya 2 petugas, akhirnya mereka beramai-ramai berbalik mengejar petugas sambil melempari batu.

Kini kasus pengeroyokan itu masih dalam penyelidikan aparat Polres Blora bersama-sama Perhutani KPH Cepu. Untuk sementara aparat telah mengantongi satu nama dari puluhan kawanan pencuri yang melakukan pengeroyokan. Berbekal satu nama itu aparat gabungan tersebut terus melakukan penyelidikan dan dugaan sementara kawanan pencuri kayu jati tersebut berasal dari luar Blora.

Seperti dikemukakan Waka ADM KPH Cepu, Agus Kusnandar. Sejak peristiwa pengeroyokan itu, dia bersama timnya ikut melakukan penyelidikan. Dari penyelidikan, akhirnya pihaknya telah menyerahkan salah satu nama pencuri yang sempat dikenali para Polter pada saat pengroyokan berlangsung, ke tim penyidik Polres Blora. Diharapkan dengan dikenalinya salah satu tersangka bisa dijadikan sebagai petunjuk awal.

Sebuah pekerjaan rumah (PR) bagi jajaran Polres Blora dan Perhutani untuk menguak tabir pengeroyokan tersebut. Kapolres Blora, AKBP Dwi Indra Maulana melalui Kasat Reskrim Polres Blora AKP Asnanto menyatakan, hingga saat ini kasus pengeroyokan tersebut masih dalam penyelidikan untuk pengembangan kasus.

Pasca peristiwa itu, faktanya, kasus pencurian kayu jati di wilayah KPH Cepu tidak mereda. Terbukti tertangkapnya seorang pencuri kayu jati, berikut diamankannya 7 batang kayu jati kualitas ekspor di wialayah Sambong. Ini sebagai bukti bahwa kasus pencurian kayu jati masih menjadi persoalan serius di jajaran Perhutani di Blora. (ud-SMNetwork | Jo-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved