Blora on News :
Home » , » Pemkab Blora Masih Berpeluang Kelola 282 Sumur Minyak Tua Eks-Kokaptraya

Pemkab Blora Masih Berpeluang Kelola 282 Sumur Minyak Tua Eks-Kokaptraya

infoblora.com on Jun 30, 2015 | 3:00 AM

Setyo Edy, Kepala Dinas ESDM Kabupaten Blora.
BLORA. Peluang Pemkab Blora untuk mendapatkan izin pengelolaan 282 sumur minyak tua eks Kokaptraya belum tertutup. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas (Migas) Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) akan memfasilitasi Blora mendapatkan izin tersebut.

Pasalnya, sesuai ketentuan Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 1 tahun 2008 disebutkan bahwa pihak yang berhak mengelola sumur minyak tua adalah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atau Koperasi Unit Desa (KUD). Kepala Dinas ESDM Blora, Setyo Edy mengungkapkan, Dirjen Migas akan memfasilitasi pertemuan Pemkab dengan Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP).

Pertemuan tersebut untuk mendapatkan kejelasan mengenai tindak lanjut dari pengajuan izin BUMD PT Blora Patra Energi (BPE) untuk mengelola sumur-sumur minyak yang pernah dikelola Koperasi Karyawan Pertamina Patra Karya (Kokaptraya) Pertamina EP Cepu.

’’Dirjen Migas akan menjembatani kami bertemu dengan Pertamina membahas pengajuan izin pengelolaan sumur minyak eks Kokaptraya,’’ ujarnya, kemarin. 

Menurut dia, komitmen Dirjen Migas untuk memfasilitasi pertemuan itu dikemukakan ketika digelar sarasehan daerah penghasil migas di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada 23-25 Juni.

Dalam kesempatan itu, kata dia, pihaknya mempertanyakan mengapa muncul surat penolakan dari Pertamina EP terhadap pengajuan izin pengelolaan sumur tua eks Kokaptraya yang dilakukan PT BPE. Padahal Permen ESDM Nomor 1 tahun 2008 masih berlaku. Berdasarkan permen tersebut BUMD dan KUD berhak mengelola sumur minyak tua.

Salah satu sumur minyak tua eks-Kokaptraya di Desa Ledok Kec.Sambong.
’’Dari pertanyaaan itulah, Dirjen Migas bersedia memfasilitasi kami bertemu dengan PT Pertamina EP untuk membahas tindak lanjut dari permohonan izin kami,’’tandasnya. 

Izin pengelolaan sumur tua dikeluarkan menteri ESDM. Namun sebelum izin keluar, sejumlah rekomendasi harus dipenuhi. Salah satunya dari Pertamina EP yang memiliki wilayah kerja pertambangan (WKP) di lokasi sumur minyak tua itu berada.

Pj President Director Pertamina EP, Rony Gunawan yang melalui suratnya tertanggal 18 Mei 2015 bernomor 491/EP0000/2015-S1 perihal Rencana Pengelolaan Sumur Ex-Kokaptraya, menyatakan bahwa permohonan pengusahaan minyak bumi pada sumursumur eks Kokaptraya oleh PTBPE tidak dapat diproses lebih lanjut. Surat yang ditujukan kepada BUMD PTBPE itu muncul setelah sejak 4 Mei 2012 PT BPE mengajukan izin pengelolan sumur tua eks Kokaptraya.

Rony Gunawan dalam surat itu menjelaskan, dengan memperhatikan kecenderungan harga minyak dunia yang tidak menentu dan tingkat produksi minyak dan gas yang diproduksi, Pertamina EP harus mengubah strategi pengelolaan wilayah kerja yang dipercayakan oleh pemerintah. Yakni dengan mengupayakan pengoperasian seluruh lapangan migas oleh PT Pertamina EP sendiri untuk dapat berkontribusi secara optimal kepada negara.

Disampaikan juga bahwa saat ini Pertamina EP tengah menyusun pola kerjasama untuk mengoptimalkan produksi migas dengan tetap membawa manfaat langsung kepada masyarakat penambang tradisional. Sumur-sumur itu akan dikelola bersama paguyuban penambang.

Menurut Setyo Edy, adalah sebuah kehormatan jika Blora melalui BUMD diberikan kesempatan mengelola sumur-sumur eks Kokaptraya itu. ’’Berapapun sumur eks Kokaptraya yang nantinya pengelolaannya diserahkan ke BUMD, itu adalah sebuah kehormatan bagi kami,’’katanya. (Abdul Muiz-SMNetwork | Jo-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved