Blora on News :
Home » , » Ditolak Pertamina, Pemkab Blora Gagal Kelola 282 Sumur Minyak Tua eks Kokaptraya

Ditolak Pertamina, Pemkab Blora Gagal Kelola 282 Sumur Minyak Tua eks Kokaptraya

infoblora.com on Jun 6, 2015 | 4:15 AM

Salah satu sumur minyak tua di Desa Semanggi Kecamatan Jepon Blora yang pengelolaannya akan kembali diatur Pertamina EP, bukan BUMD Pemkab Blora.
BLORA. Pupus sudah perjuangan Pemkab Blora melalui BUMD PT Blora Patra Energi (BPE) untuk mendapatkan izin pengelolaan 282 sumur minyak eks Kokaptraya. Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) menolak permohonan izin yang telah diajukan PT BPE sejak 2012.

Penolakan itu tertuang dalam surat yang ditandatangani Pj President Director Pertamina EP Rony Gunawan yang ditujukan kepada direktur PT BPH. Surat tersebut tertanggal 18 Mei 2015 bernomor 491/EP0000/2015-S1 perihal Rencana Pengelolaan Sumur Ex-Kokaptraya.

‘’Dengan sangat menyesal permohonan pengusahaan minyak bumi pada sumur-sumur ex-Kokaptraya oleh PT BPE tidak dapat diproses lebih lanjut,’’ tulis Rony Gunawan dalam surat itu.

Ada dua poin alasan permohonan tidak dapat diproses lebih lanjut. ‘’Dengan memperhatikan kecenderungan harga minyak dunia yang tidak menentu dan tingkat produksi minyak dan gas yang kami produksikan, pada saat ini kami harus mengubah strategi pengelolaan wilayah kerja yang dipercayakan oleh pemerintah dengan mengupayakan pengoperasian seluruh lapangan migas oleh PT Pertamina EP sendiri untuk dapat berkontribusi secara optimal kepada negara,
’’ tambahnya.

’’Perlu disampaikan juga bahwa pada saat ini kami tengah menyusun pola kerjasama untuk mengoptimalkan produksi migas dengan tetap membawa manfaat langsung kepada masyarakat penambang tradisional,’’ ujar Rony Gunawan.

Direktur Utama PT BPE Christian Prasetya menyatakan pihaknya telah menerima surat dari PT Pertamina EP tersebut. ‘’Ya jawabannya seperti itu,’’ ujarnya, Jumat (5/6) kemarin.

Legal and Relations Pertamina Eksplorasi dan Produksi Asset 4 Cepu, Sigit Dwi Aryono menyatakan, sumur-sumur tersebut ex-Kokaptraya tidak termasuk dalam kategori definisi sumur tua sebagaimana diatur dalam Permen ESDM nomor 1 tahun 2008.

‘’Lapangan Ledok dan Semanggi masuk dalam lapangan yang masih diusahakan, sehingga tidak termasuk dalam definisi sumur tua,’’ ujarnya.

Menurut rencana, pengelolaan sumur-sumur tersebut nantinya melalui perjanjian swakelola dengan kelompok masyarakat (paguyuban). (Abdul Muiz-SMNetwork | Jo-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved