Blora on News :
Home » , » Terkatung-katung Sejak 2013, Dirjen Migas Janji Lanjutkan Proyek City Gas Blora

Terkatung-katung Sejak 2013, Dirjen Migas Janji Lanjutkan Proyek City Gas Blora

infoblora.com on May 2, 2015 | 2:30 AM

Proyek Pengembangan Gas Jawa (PPJG) di Desa Sumber Kecamatan Kradenan sebagai sumber energi untuk proyek city gas telah beroperasi, namun hingga saat ini proyek city gas masih jalan ditempat.
BLORA. Program city gas yang dilaksanakan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) di Blora, hingga kini belum jelas kapan akan direalisasikan. Padahal, instalasi jaringan gas (jargas) yang menuju pemukiman warga sudah selesai dibangun pada 2013.

Bupati Djoko Nugroho mempertanyakan kelanjutan proyek Kementerian ESDM tersebut. ’’Saat ada pertemuan di Lombok Nusa Tenggara Barat dengan Dirjen Migas Kementerian ESDM belum lama ini, saya pertanyakan kelanjutan program city gas itu seperti apa dan dijawab secepatnya akan segera dilanjutkan,’’ ujarnya, kemarin.

Kendala berupa izin pemasangan pipa gas yang melintasi rel kereta api telah diselesaikan pada 2014. Di sisi lain, gas dalam Proyek Pengembangan Gas Jawa (PPGJ) Pertamina yang terpusat di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, sudah mulai berproduksi. Gas dialirkan melalui pipa ke pembangkit listrik di Tambaklorok Semarang.

Dari produksi gas PPGJ itulah, program city gas di Blora akan mendapatkan pasokan gas yang nantinya dialirkan ke rumahrumah warga. ’’Dengan berproduksinya gas PPGJ, program city gas semestinya sudah bisa dilaksanakan. Namun belum diketahui berapa nantinya gas yang akan dialirkan untuk program itu,’’tandasnya.

Rencana Awal
Sesuai perencanaan awal, city gas di Blora akan dilaksanakan di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Desa Mojorembun Kecamatan Kradenan, Desa Wado, Desa Kemantren, Desa Pulo dan Desa Tanjung, Kecamatan Kedungtuban serta Desa Kapuan, Kecamatan Cepu.
Untuk memenuhi kebutuhan gas ke rumah warga akan dipasok gas dari PPGJ sebanyak 0,02 juta kaki kubik perhari. 

Pada tahap awal, sebanyak 4.000 keluarga menjadi sasaran program tersebut. Melalui program city gas, warga akan bisa memakai gas tak ubahnya seperti pemakaian air bersih yang disalurkan melalui pipa oleh PDAM ke rumah-rumah. Harganya pun dipastikan lebih murah dibanding gas elpiji.

’’Lantaran belum juga dioperasionalkan, beberapa bagian jaringan gas yang pernah dibangun sudah ada yang rusak. Ini harus menjadi perhatian kementerian ESDM karena program city gas adalah proyek Kementerian ESDM,’’ujarnya. 

Selain itu, belum diketahui pula siapa nantinya yang akan menjadi operator program city gas tersebut. Hanya saja berdasarkan informasi yang dihimpun, Kementerian ESDM nantinya akan menyerahkan jaringan infrastruktur gas kepada BUMN. 

Dalam hal ini pemerintah akan menggandeng Pertagas dalam pengelolaan program city gas tesebut. Dari rencana itu, BUMN yang ditunjuk nantinya diharuskan menggandeng BUMD setempat, dalam hal ini PT Blora Patra Energi (BPE) Blora, dalam pengelolaan city gas. (Abdul Muiz-SMNetwork | Jo-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved