Blora on News :
Home » , » Survey Elektabilitas Bakal Calon Bupati, Tim DPP PDIP Mulai Turun ke Daerah

Survey Elektabilitas Bakal Calon Bupati, Tim DPP PDIP Mulai Turun ke Daerah

infoblora.com on May 23, 2015 | 3:00 AM

Dwi Astutiningsih, sekretaris DPC PDIP Kabupaten Blora.
BLORA. Tim survei DPP PDIP mulai turun ke daerah. Tim tersebut mensurvei elektabilitas bakal calon bupati dan calon wakil bupati yang telah mendaftar mengikuti penjaringan melalui PDIP. Tidak diketahui pasti kapan tim tersebut tiba dan melakukan survei di Blora. Sebab, dilakukan diam-diam. 

’’Yang pasti, tim itu datang untuk mensurvei elektabilitas bakal calon. Kapan datangnya, kami tidak tahu,’’ ujar Sekretaris DPC PDIP Blora, Dwi Astutiningsih, kemarin.

Dwi Astutiningsih yang juga anggota DPRD Blora mengemukakan, ada lima bakal calon bupati dan dua bakal calon wakil bupati yang telah mendaftar mengikuti penjaringan di PDIP. Ketujuh bakal calon itu juga sudah menjalani tes wawancara di DPD PDIP Jateng di Semarang belum lama ini.

Menurutnya, usai tes tersebut, DPP akan menentukan siapa bakal calon yang direkomendasikan dalam Pilkada Blora. Hanya saja sebelum keluar rekomendasi, terlebih dahulu akan dilakukan pencermatan figur setiap bakal calon. ’’Salah satunya dengan melakukan survei elektabilitas bakal calon,’’tandasnya.

Elektabilitas atau sejauh mana figur-figur tersebut dikenal dan mendapat dukungan masyarakat, menjadi salah satu pertimbangan bagi DPP PDIP untuk memutuskan siapa figur yang kelak mendapatkan rekomendasi. Selain elektabilitas, masih ada beberapa poin penilaian lainnya.

Seperti diketahui, lima bakal calon bupati yang mengikuti penjaringan di PDIP adalah bupati incumbent Djoko Nugroho, Abu Nafi wakil bupati yang juga ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Blora, pengusaha asal Blora yang berdomisi di Jakarta, Kusnan, serta Suwarno, tokoh masyarakat dari Kecamatan Cepu. Keempat orang itu mendaftar dalam penjaringan di DPC PDIP Blora.

Adapun bakal calon bupati lainnya yakni Gunawan S Pardji (pegawai Kementerian Keuangan RI) mendaftar saat dibuka penjaringan di DPD PDIP Jateng di Semarang. Sedangkan dua bakal calon wakil bupati yang mengikuti penjaringan adalah Dwi Astutiningsih dan Kartini. Kartini adalah istri dari ketua DPC PDIP Blora, Dasum. Dwi Astutiningsih mengaku belum tahu pasti kapan rekomendasi DPP PDIP tentang pasangan calon bupati dan calon wakil bupati Blora akan keluar.

’’Hanya saja bisa dipastikan, rekomendasi itu sudah ada sebelum dibukanya pendaftaran pasangan calon Pilkada oleh KPU Blora,’’ ungkapnya. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pendaftaran pasangan calon akan dibuka 26-28 Juli 2015. Lebih lanjut Dwi Astutiningsih menjelaskan, DPP PDIP juga akan mengadakan sekolah partai menjelang Pilkada. Namun belum diketahui apakah sekolah partai tersebut diperuntukan bagi bakal calon yang mengikuti penjaringan atau hanya untuk bakal calon yang telah mendapatkan rekomendasi DPP. ’’Kami masih menunggu informasi lebih lanjut dari DPP,’’ ujarnya.

PDIP merupakan satu dari beberapa partai politik (Parpol) di Blora yang telah membuka penjaringan bakal calon. Di Blora, tidak ada satupun parpol yang memenuhi persyaratan mengusung pasangan calon bupati dan calon wakil bupati sendiri. Parpol-parpol itu harus berkoalisi.

Pasalnya, perolehan kursi maupun suara di Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 tidak ada yang melampaui batas minimal persyaratan parpol mengusung bakal calon sendiri. Partai Demokrat dan Golkar sama-sama meraih delapan kursi di DPRD. Sedangkan PDIP enam kursi. PKB serta PPP serta PKS masing-masing lima kursi.

Adapun Gerindra empat kursi dan Nasdem tiga kursi serta Hanura satu kursi. Sesuai ketentuan yang berlaku, parpol atau gabungan parpol yang berhak mengusung pasangan calon di Pilkada adalah yang meraih minimal 20 persen jumlah kursi di DPRD. Jumlah kursi di DPRD sebanyak 45 kursi, 20 persen dari 45 adalah sembilan kursi. (abdul muiz-SMNetwork | Jo-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved