Blora on News :
Home » , » Pemkab Blora Mulai Wujudkan Program Satu Desa Satu Buah Unggulan

Pemkab Blora Mulai Wujudkan Program Satu Desa Satu Buah Unggulan

infoblora.com on May 21, 2015 | 12:14 AM

Bupati Djoko Nugroho menanam bibit pohon durian di pekarangan Desa Ngiyono Kecamatan Japah, Selasa (19/5) lalu.
BLORA. Program satu desa dengan minimal satu tanaman buah unggulan mulai direalisasikan Pemkab Blora. Program tersebut tidak hanya dilakukan pemkab semata, tapi juga mendorong pihak swasta ataupun kelompok masyarakat untuk melaksanakannya.

Selama ini, Blora memiliki potensi cukup besar dalam budidaya tanaman buah-buahan. Sejumlah desa pun dikenal sebagai pusat buah-buahan tersebut. Sebut saja beberapa desa di Kecamatan Tunjungan, Japah dan Todanan sebagai penghasil durian dan Desa di Kecamatan Bogorejo sebagai pusat jeruk Pamelo. Yang terbaru, desa di kawasan waduk Greneng ditanami kelengkeng dan pepaya. 

’’Silahkan dikembangkan. Kami ingin satu desa dengan satu buah unggulan. Dinas terkait harus turut membantu. Misalnya melakukan penelitian tentang tanaman buah apa yang cocok dibudidayakan di desa tersebut, supaya hasilnya bagus,’’ ujar Bupati Djoko Nugroho dalam kesempatan penghijauan di Embung Keruk Randublatung.

Desa-desa yang berpotensi menjadi sentra tanaman buah-buahan pun mulai mendapatkan perhatian. Nah, untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam memaksimalkan lahan di Desa Ngiyono, Kecamatan Japah, pemkab memberikan bantuan bibit buah-buahan kepada masyarakat desa setempat.

Ribuan bibit pohon durian, sawo, sukun, rambutan, matoa yang ditanam di
pekarangan Desa Ngiyono Kec.Japah.
Desa Ngiyono selama ini dikenal sebagai sentra buah durian di Blora. Bantuan bibit tersebut diserahkan dalam acara Pencanangan Program Integrasi Pengembangan Ketahanan Pangan dan Lahan Pekarangan, Selasa (19/5). Bupati Djoko Nugroho berharap Desa Ngiyono menjadi pilot project budidaya tanaman buah di Blora.

Menurut bupati, semua pihak harus bersinergi dalam optimalisasi lahan. Masyarakat yag mempunyai lahan semakin diberdayakan untuk meningkatkan ekonomi. ’’Mungkin sebagian orang masih menganggap sepele namun hasilnya benar-benar akan dirasakan kemudian,’’ kata bupati. 

Tanaman yang sudah dibudidayakan dengan baik di Desa Ngiyono adalah durian, namun pohon ini berbuahnya musiman. Maka menurutnya, perlu penganekaragaman tanaman buah-buahan. ’’Pohon harus tumbuh semua. Jadikan sebagai pilot project, Desa Ngiyono ijo royo-royo,’’ tandas Djoko Nugroho. 

Adapun bibit buah yang diberikan pada acara tersebut antara lain durian, rambutan, sukun, matoa, sawo dan pete. Jumlahnya mencapai lebih dari 2.000 pohon. Meskipun dikembangkan sebagai daerah buah-buahan namun tanaman padi dan jagung tetap menjadi komoditi utama.

Sedangkan tanaman buah-buahan sebagai komoditas tambahan yang menunjang sektor pertanian. Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Japah, Syukur mengatakan Kecamatan Japah merupakan wilayah penghasil durian utamanya di Desa Sumberejo, Ngiyono, Bogem dan Krocok.

Kedepan untuk daerah-daerah yang tidak cocok ditanami durian akan dikembangkan sawo. Dijelaskannya, pohon sawo keunggulannya cocok ditanam disemua jenis tanah, lalat buahnya tidak banyak, dan berbuahnya tidak musiman. ’’Harapannya Japah identitasnya sawo,’’ katanya. (Abdul Muiz-SMNetwork | Jo-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved