Blora on News :
Home » , » Komisi B DPRD Blora Minta Pemkab Percepat Pembangunan Saluran PDAM Terkait Proyek SPAM

Komisi B DPRD Blora Minta Pemkab Percepat Pembangunan Saluran PDAM Terkait Proyek SPAM

infoblora.com on May 9, 2015 | 12:00 AM

Pemasangan pipa utama jaringan SPAM di tepi Jl.Blora-Cepu oleh Kementerian Pekerjaan Umum belum lama ini telah dilakukan. Pemkab diminta mempercepat pembangunan saluran PDAM untuk mendukung proyek tersebut.
BLORA. Komisi B DPRD Blora meminta Pemkab mempercepat pembangunan sejumlah instalasi air bersih PDAM yang terkait dengan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) nasional. Percepatan itu dilakukan agar masyarakat bisa segera menikmati aliran air bersih ke rumah-rumah. Desakan tersebut mengemuka saat rapat kerja Komisi B dengan PDAM Blora, kemarin. 

”Kalau bisa dipercepat, mengapa tidak. Tentunya percepatan itu adalah yang terkait dengan kewenangan daerah terhadap proyek SPAM,” ujar Ketua Komisi B, Subroto, kemarin.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum telah mengalokasikan dana Rp 135 miliar untuk melaksanakan proyek SPAM di Blora. Proyek tersebut memanfaatkan air baku dari Sungai Bengawan Solo di Kecamatan Cepu.

Infrastruktur yang dibangun meliputi unit air baku terdiri dari pembangunan unit intake dan pipa transmisi sejauh sekitar 40 kilometer dari Kecamatan Cepu menuju Kecamatan Blora serta unit produksi yang terdiri dari bangunan operasi produksi dan bangunan sarana penunjang (bangunan rumah operasional). Selain itu juga pembangunan unit produksi yang terdiri dari pembuatan reservoir distribusi dan booster pump.

Proyek-proyek tersebut saat ini sedangkan berlangsung dan ditangani oleh Kementerian PU bersama kontraktor yang memenangkan lelang. Proyek prestisius itu dijadwalkan rampung tahun ini juga. Distribusi air bersih proyek SPAM nantinya akan dilakukan di enam kecamatan. Yakni Cepu, Sambong, Jiken, Jepon, Bogorejo dan Kecamatan Blora.

Debit air dalam proyek SPAM ini direncanakan 200 liter perdetik, namun untuk tahap awal 100 liter perdetik. Berdasarkan perjanjian yang telah ditandatangani Kementerian PU dan Pemkab Blora, pihak pertama (Kementerian Pekerjaan Umum) antara lain berkewajiban melaksanakan pengembangan SPAM di Blora.

Adapun pihak kedua yakni Pemkab Blora berkewajiban memberikan dukungan antara lain dalam bentuk menyediakan lahan, menyelesaikan perijinan, mengalokasikan dana daerah untuk urusan bersama (DDUB) di APBD, pembuatan DED jaringan pipa distribusi sekunder, tersier dan sambungan rumah (SR).

Adapun terkait unit distribusi dan pelayanan pelanggan yang menjadi kewajiban daerah antara lain pengadaan dan pemasangan pipa distribusi sekunder, pengadaan dan pemasangan pipa distribusi tersier, pengadaan dan pemasangan water meter distribusi tiap ibu kota kecamatan (IKK) serta pengadaan dan pemasangan sambungan rumah.

Proyek-proyek yang menjadi kewajiban daerah tersebut direncanakan digarap selama dua tahun mulai 2015 hingga 2016. ”Kalau memang bisa dipercepat, tidak perlu menunggu hingga 2016. Kami siap memback-up anggarannya. Kami akan usulkan anggarannya dalam APBD Perubahan 2015,” tandas Subroto.

Menurutnya, setiap tahun saat musim kemarau, sebagian besar masyarakat Blora kesulitan mendapatkan air bersih. Pihaknya ingin agar krisis air bersih itu segera bisa teratasi. ”Salah satu caranya adalah dengan mempercepat penyelesaian proyek SPAM yang menjadi bagian dari kewajiban daerah,” katanya.

Direktur Utama PDAM Blora Eko Budi Risetiawan mengaku memahami apa yang menjadi harapan Komisi B. ”Ada yang menjadi kewajiban pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian PU dan ada juga yang dibebankan ke daerah dalam pelaksanaan proyek SPAM itu. Tentu kami ingin proyek tersebut bisa dilaksanakan dengan baik,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tahun ini Pemkab telah mengusulkan dana sekitar Rp 1,1 miliar untuk mendukung proyek SPAM tersebut. Dana itu antara lain dipakai untuk membangun infrastruktur air bersih yang menjadi kewajiban daerah terkait dengan proyek SPAM.

Saat ini, dalam kondisi normal, produk air bersih PDAM di seluruh Kabupaten Blora mencapai 180 liter perdetik. Adapun jumlah pelanggan sebanyak 13.560 KK. Jika SPAM sudah jadi dan pembangunan jaringan pipa juga sudah selesai, direncanakan akan ada tambahan jumlah pelanggan sebanyak 8.000 KK. Jumlah tersebut berasal dari Kecamatan Sambong 1.000 sambungan rumah (sr), Jiken 1.000 sr , Jepon 3.000 sr, dan Blora-Cepu 3.000 sr. (abdul muiz-SMNetwork | Jo-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved