Blora on News :
Home » , , » Kesulitan Mengambil Bonggol Jati, Perajin Blora Wadul Komisi B DPRD Jateng

Kesulitan Mengambil Bonggol Jati, Perajin Blora Wadul Komisi B DPRD Jateng

infoblora.com on May 12, 2015 | 2:00 AM

Perajin bonggol kayu jati di Blora kini resah karena bahan baku dari hutan kini sulit diambil akibat adanya peraturan baru dari Perhutani.
BLORA. Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jateng berdialog dengan para perajin dan pelaku usaha bonggol jati di sentra kerajinan bonggol/ akar jati di Desa Tempellemahbang Kecamatan Jepon, Blora.

Dalam dialog tersebut anggota Komisi B yang membidangi Perekonomi disambati sulitnya aturan pengambilan bongol jati di kawasan hutan milik Perum Perhutani. Sebab, saat ini bonggol jati menjadi komoditas yang menguntungkan dan nilai jualnya tinggi. Saat ini, ada regulasi dari Perum Perhutani yang mengatur pengambilan bonggol jati. Padahal sebelumnya masyarakat bebas mengambil bonggol jati di hutan. 

’’Saat bonggol jati menjadi komoditi yang layak jual sekarang dengan kebijakan yang dikeluarkan Perhutani cukup menyulitkan para perajin,’’ ungkap Mashudi menyampaikan aspirasinya mewakili perajin yang hadir dalam dialog tersebut.

Salah satu alasannya, kata dia, jika bonggol jati diambil, maka akan menganggu konservasi tanah dan bisa mengakibatkan longsor, serta beberapa alasan lainnya. Termasuk adanya sertifikasi legalitas kayu baik di kawasan hutan, hutan rakyat, luar kawasan serta pelaku usaha di sektor kayu jati.

’’Sekarang adanya sertifikasi verifikasi legalitas kayu atau SVLK juga menjadi sebuah kendala,’’imbuhnya. 

Dia berharap, agar regulasi yang ada saat ini ada perubahan sehingga para perajin tidak merasa resah, karena banyak yang mengantungkan hidupnya di sektor kerajinan bonggol jati. Menanggapai keluhan para perajin, perwakilan anggota Komisi B DPRD Jateng, Achsin Maruf mengatakan, apa yang disampaikan perajin akan menjadi catatan dan pembahasan dalam sidang di Komisi B.

bahkan bisa juga akan mengundang Perhutani untuk meminta penjelasan akan hal itu. Untuk itu, dia meminta agar perajin bisa membuat surat tertulis kepada komisi B. Surat tersebut lanjutnya akan jadikan dasar untuk mengundang Perhutani agar bisa diambil solusi yang tepat.


’’Masalah yang disampaikan ini penting dan akan di bahas di tingkat komisi agar bisa dicarikan solusi,’’katanya. Dia menambahkan, dari yang disampaikan perajin usaha bonggol kayu jati bisa memberikan kontribusi kepada negara dan masyarakat. ’’Yang paling penting adalah bahan baku tidak sulit, dan perajin tetap bisa melakukan usaha dengan lancar,’’ ujarnya. (gie-SMNetwork | Jo-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved