Blora on News :
Home » , » Kerusakan Jembatan Giyanti Kecamatan Sambong Makin Parah

Kerusakan Jembatan Giyanti Kecamatan Sambong Makin Parah

infoblora.com on May 9, 2015 | 2:30 AM

Keadaan Jembatan Giyanti Kecamatan Sambong semakin memprihatinkan. Butuh segera diperbaiki.
BLORA. Jembatan Bakalan di Desa Giyanti, Kecamatan Sambong, Blora makin kritis. Kondisi ini meyusul hujan deras yang turun beberapa hari terakhir. Warga dua dukuh di desa tersebut, yaitu Trisinan dan Giyanti pun terancam terisolasi. Mengingat, jembatan yang melintas di atas anak Sungai Batokan ini merupakan akses utama menuju Kecamatan Cepu.

Berdasarkan pantauan di lokasi, pondasi jembatan utara yang sebelumnya retak kini telah merembet hingga badan talud hingga nyaris ambrol. Begitu juga dengan sayap jembatan yang ambles dan memakan badan jalan. Jika sebelumnya hanya selebar tiga meter, telah melebar hingga mencapai sepuluh meter. Selain itu, bagian landasan oprit di sisi barat juga makin memanjang. Pagar pembatas dari ranting pohon jati masih didirikan sebagai tanda peringatan.


Ketua BPD Desa Giyanti, Rusdianto menuturkan, setiap hujan turun, retakan pada tiang dan sayap jembatan yang ambles terus bertambah. Sehingga, makin hari kondisinya makin memprihatinkan. “Sebelumnya kendaraan roda dua masih berani bersimpangan. Tapi sekarang tidak lagi. Begitu juga kendaraan roda empat. Harus ekstra hati-hati kalau tidak ingin terperosok,” ujarnya, kemarin.


Rusdianto mengemukakan, selain faktor alam, yakni derasnya aliran kali Bakalan, konstruksi bangunan yang tidak sesuai menjadi salah satu penyebab jembatan kini nyaris ambrol. Apalagi, jembatan tersebut baru selesai dibangun akhir tahun 2013 lalu. Seperti penggalian untuk pondasi yang mestinya hingga ke dasar sungai hanya dilakukan sebatas bibir sungai.

Totok, sapaan akrabnya mengungkapkan, minggu lalu, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Blora telah melihat langsung kondisi jembatan dan melakukan sejumlah perbaikan. Namun, perbaikan tersebut dinilai tidak banyak membantu. Sebab hanya dilakukan dengan mengurug lubang jalan yang ambles dan menambal retakan. “Hanya diurug dengan pedel dua rit dan semen dua sak untuk menambal retakan. Dan itu tidak ada gunanya. Karena sekarang retak dan ambles lagi. Bahkan hampir ambrol,’ ungkap Totok.

Camat Sambong, Luluk Kusuma mengemukakan, pihaknya sebenarnya telah melaporkan kondisi jembatan Desa Giyanti kepada Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora. Hanya saja, sejauh ini belum ada tindakan lebih lanjut dari instansi terkait.


Dikemukakan, kini pihaknya telah mempersiapkan laporan kondisi terbaru dari jembatan Desa Giyanti. “Kemarin laporan dan foto dokumentasinya sudah kita sampaikan kepada bupati. Dalam waktu dekat kita akan menyampaikan ke DPU agar segera ditangani,” tandas Luluk.


Diberitakan sebelumnya, jembatan Desa Giyanti mulai retak dan ambles tanggal 30 Maret lalu. Penyebabnya adalah gerusan air Kali Bakalan yang merupakan anak Sungai Batokan. Jembatan ini merupakan akses utama yang menghubungkan sejumlah desa di wilayah Kecamatan Sambong. 


Jika sampai ambrol, akan sangat mengganggu aktivitas warga, terutama anak sekolah. Karena untuk menuju Kota Cepu, mereka harus memutar melalui Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro yang jarak tempuhnya 3 kali lipat lebih jauh. Atau menumbus lebatnya hutan melewati Desa Ledok, Kecamatan Sambong. (ud-SMNetwork | Jo-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Powered by : Mas Kolis
Info Iklan
Copyright © 2016. infoblora.com - All Rights Reserved